merindukan kamu aku merindukan senyuman kamu,aku merindukan ketawa kamu,aku merindukan tangisan kamu,aku merindukan belaian kamu,aku merindukan kemesraan kamu,aku merindukan kenakalan kamu kerana kamu, aku menangis kerana merindui kamu. . .jiwa,hati dan perasaan ini semakin meinginkan kamu disisi. . .semakin meronta-ronta ingin kamu kembali tapi apa daya ku hanya dapat merindui kamu walaupun aku tidak tahu dimana kamu berada. . .hari-hari ku bagaikan tidak sempurna kerana aku merindui kamu kerana aku sangat-sangat mencintai kamu. . .
Kamis, 29 April 2010
Kamis, 15 April 2010
Dunia adalah tidur,akherat adalah bangun,di antara keduanya ada kematian. Sementara kita saat ini berada dalam mimpi-mimpi yang kosong. Barangsiapa yang melihat berdasarkan hawa nafsunya tentu ia akan kebingungan dan tersesat.
“Apakah engkau pernah melihat orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya? Dan Allah menyesatkan dia sebab..(mengetahui kejahatan hatinya)...” [ Al-Jatsiyah : 23 ]
Tidak ada satupun umat muslim yang mau disebut menuhankan hawa nafsu. Akan tetapi ketika selalu condong pada kemauan diri, apalagi tidak mengindahkan syariat Islam, apakah namanya ini? Syirik! menduakan Allah! itulah dosa yang tercipta.
Para ma’rifat berkata : “Apabila dalam hatimu muncul dua, maka engkau tidak tahu lagi kebenaran. Maka lihatlah, pikir, mana di antara dua itu yang lebih dekat dengan nafsumu (keinginanmu), maka perangilah.”
Semua manusia memiliki nafsu,yaitu keinginan untuk berbuat jahat. Inilah musuh pertama kita yang menjadi bagian tentara iblis, karena kekuatan setan terletak pada nafsu kita. Jangan beri kesempatan nafsu untuk berkhayal hal-hal kosong yang penuh tipu daya. Ciri khas nafsu ialah merasa enak, lalai, santai atau malas. Dan semua ajakannya bersifat bathil. Andai ada yang menuruti perintahnya, lambat laun akan rusak. Atau lupa tidak memperhitungkannya maka akan hanyut dan sulit sekali menolak keinginannya. Padahal semua itu hanya akan mengajak kita ke neraka.
Nabi SAW bersabda : “Ada tiga hal yang bisa menghancurkan (1) taat pada hawa nafsu (2) mengikuti sifat kikir (3) sombong.”
Nafsu tidak bisa diajak ke arah kebaikan, dia merupakan sumbernya bencana dan itu salah satu simpanan tentara iblis yang akan bermuara pada semuuuuua kejahatan. Tidak ada Zat yang lebih mengetahui kecuali yang menciptakan sendiri, maka bertaqwalah hanya kepada Allah.
Seharusnya orang yang berakal, akan menobati dosa-dosanya di masa lampau dan berpikir yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, menyedikitkan lamunan, mempercepat tobat, meninggalkan yang dilarang, memperbanyak amal sholeh dan bersabar mengekang hawa nafsu. Karena memperturutkan hawa nafsu, akan menjadikan seseorang menyembah bukan lagi pada Allah tetapi pada berhala Nafsu.
Ya Mutakabir..Ya Quddus..
Engkau Maha Memelihara segala yang terjadi,termasuk memelihara kami dari buruknya nafsu kami.
Sesungguhnya kami tidak layak mendapatkan indahnya SurgaMu
Akan tetapi kamipun tak sanggup berdiam di NerakaMu
Jagalah kami senantiasa belajar mengikuti sifat QuddusMu
Agar kami tidak terseret pusaran nafsu yang membawa kami ke dalam panasnya api Neraka. Amin Ya Robbal Alamin..
“Apakah engkau pernah melihat orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya? Dan Allah menyesatkan dia sebab..(mengetahui kejahatan hatinya)...” [ Al-Jatsiyah : 23 ]
Tidak ada satupun umat muslim yang mau disebut menuhankan hawa nafsu. Akan tetapi ketika selalu condong pada kemauan diri, apalagi tidak mengindahkan syariat Islam, apakah namanya ini? Syirik! menduakan Allah! itulah dosa yang tercipta.
Para ma’rifat berkata : “Apabila dalam hatimu muncul dua, maka engkau tidak tahu lagi kebenaran. Maka lihatlah, pikir, mana di antara dua itu yang lebih dekat dengan nafsumu (keinginanmu), maka perangilah.”
Semua manusia memiliki nafsu,yaitu keinginan untuk berbuat jahat. Inilah musuh pertama kita yang menjadi bagian tentara iblis, karena kekuatan setan terletak pada nafsu kita. Jangan beri kesempatan nafsu untuk berkhayal hal-hal kosong yang penuh tipu daya. Ciri khas nafsu ialah merasa enak, lalai, santai atau malas. Dan semua ajakannya bersifat bathil. Andai ada yang menuruti perintahnya, lambat laun akan rusak. Atau lupa tidak memperhitungkannya maka akan hanyut dan sulit sekali menolak keinginannya. Padahal semua itu hanya akan mengajak kita ke neraka.
Nabi SAW bersabda : “Ada tiga hal yang bisa menghancurkan (1) taat pada hawa nafsu (2) mengikuti sifat kikir (3) sombong.”
Nafsu tidak bisa diajak ke arah kebaikan, dia merupakan sumbernya bencana dan itu salah satu simpanan tentara iblis yang akan bermuara pada semuuuuua kejahatan. Tidak ada Zat yang lebih mengetahui kecuali yang menciptakan sendiri, maka bertaqwalah hanya kepada Allah.
Seharusnya orang yang berakal, akan menobati dosa-dosanya di masa lampau dan berpikir yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, menyedikitkan lamunan, mempercepat tobat, meninggalkan yang dilarang, memperbanyak amal sholeh dan bersabar mengekang hawa nafsu. Karena memperturutkan hawa nafsu, akan menjadikan seseorang menyembah bukan lagi pada Allah tetapi pada berhala Nafsu.
Ya Mutakabir..Ya Quddus..
Engkau Maha Memelihara segala yang terjadi,termasuk memelihara kami dari buruknya nafsu kami.
Sesungguhnya kami tidak layak mendapatkan indahnya SurgaMu
Akan tetapi kamipun tak sanggup berdiam di NerakaMu
Jagalah kami senantiasa belajar mengikuti sifat QuddusMu
Agar kami tidak terseret pusaran nafsu yang membawa kami ke dalam panasnya api Neraka. Amin Ya Robbal Alamin..
Senin, 12 April 2010
Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu’ aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Dengan wudu’ aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…..
Sekarang… pagi-pagi sambil minum kopi…engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan…
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan…
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu…aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…
Setiap saat berlalu…kuranglah jatah umurmu…
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati…
Di kuburmu nanti….
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah “Qur’an” kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu
Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.
Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu…
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu
Sentuhilah aku kembali…
Baca dan pelajari lagi aku….
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu….dulu sekali…
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos…
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri….
Dalam bisu dan sepi….
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Sang Syeikh bercerita…
“Pada masa lalu, seorang faqir pengelana tiba di sebuah oasis di sebuah gurun di barat. Dia seorang Qalandar (Sufi pengembara yang penyendiri) yang berkelana di gurun-gurun Afrika dan Arab selama bertahun-tahun. Dia mencari-cari tempat penyendirian agar bisa mengingat Tuhannya dan merenungi misteri-misteri-Nya. Amal, iman, dan kepasrahannya kepada Tuhan membuatnya dianugerahi kedamaian jiwa. Ketulusan dan ibadahnya di jalan Cinta sangatlah mendalam, sehingga hal-hal gaib tersingkap padanya, dan ia menjadi seorang Wali, Sahabat Allah.
Nah, faqir itu tiba di oasis pada malam hari. Ia segera merebahkan tubuhnya di bawah pohon kurma untuk beristirahat sejenak sebelum menunaikan shalat tahajud. Tapi, tanpa disadari, ada lelaki lain yang juga sedang beristirahat di dekat pohon itu.
“Tapi lelaki itu adalah penjahat tersohor, gembong dari sekelompok penjahat yang dahulu sangat ditakuti orang. Mereka dulu suka merampok kafilah-kafilah pedagang kaya yang bepergian melalui kota-kota di pedalaman. Tapi kekejaman para penjahat itu akhirnya sampai ke telinga sultan, dan karenanya ia memerintah prajuritnya untuk memburu dan membunuh gerombolan perampok itu. Banyak anggota perampok yang tertangkap dan dipancung kepalanya. Yang lainnya meninggalkan gembong penjahat itu. Sebagian lagi mengkhianatinya karena takut dihukum mati seperti kawan-kawannya yang lain.
“Akhirnya, pentolan penjahat itu sendirian. Hartanya ludes semua. Uangnya yang terakhir sudah habis dalam pelarian. Kini ia menjadi buronan nomor wahid. Kepalanya dihargai sangat mahal. Bahkan, mantan kawan-kawannya, kini tak mau lagi menolongnya. Mereka juga takut hasil jarahannya, kini tak mau lagi menolongnya. Mereka juga takut jika kemarahan Sultan menimpa diri mereka. Karena itulah penjahat ini melarikan diri berhari-hari melintasi gurun dan sampai di oasis tersebut dalam keadaan letih dan lapar. Ia duduk di bawah pohon dan merutuki nasibnya yang malang.
“Nah, sekarang aku bertanya kepada kalian, dari dua lelaki itu, mana yang lebih agung dan mana yang lebih rendah? Siapa yang diberkahi Allah dan siapa yang dilaknat-Nya? Jangan, jangan menjawab! Kalian tak akan tahu jawabannya, sebab kalian bukan hakim mereka. Hanya Sang Penciptalah yang berhak menghakimi ciptaan-Nya.
“Tapi, Malaikat Munkar dan Nakir, yang bertugas menanyai orang yang sudah meninggal, melihat keadaan dua orang itu. Kata Malaikat Munkar, “Di sini jelas tampak beda antara emas yang murni dan yang palsu. Dua orang ini sudah bisa dinilai mutu jiwanya, walau mereka belum mati. Allah akan mengangkat lelaki yang saleh dan setan akan menemani lelaki jahat itu.’
“‘Pasti demikian,’ kata Nakir setuju. ‘Emas sejati amatlah langka. Surga amatlah luas, dan neraka penuh api yang menyala-nyala hingga ke dasarnya.’
“Allah mendengar bersitan pikiran kedua malaikat-Nya itu. Dia lalu berbicara kepada hati dua malaikat itu: ‘Kalian telah menghakimi nasib mereka. Namun manusia akan celaka jika Aku menghakimi makhluk-Ku hanya dengan keadilan belaka. Bukankah Aku Maha Pengasih lagi Maha Penyayang? Saksikanlah! Aku akan mengunjungi mereka dalam tidur dan visi mereka, agar kalian tahu kebenaran sejati dari makhluk-Ku.’
“Lalu Allah menidurkan dua orang itu dan mengirimkan mimpi kepada si faqir dan penjahat tersebut. Qalandar yang alim itu bermimpi berada di dalam neraka, bahkan berada di dasar neraka yang paling dalam, dengan nyala api yang paling lebat dan hebat. Sedangkan pentolan penjahat itu berada di surga, berdiri bersama-sama para Wali Allah di hadapan singgasana-Nya.”
Syeikh meletakkan cangklingnya dan meminum tehnya. Matanya mengamati wajah-wajah kami.
“Apakah baik memasukkan orang jahat ke surga?” tanyanya. “Apakah adil memasukkan orang saleh ke neraka?”
Tak ada yang berani menjawab.
“Bagus!” katanya. “Membersihkan hati dari penghakiman akan membuka Jalan Cinta. Dan itulah pelajaran yang diterima oleh Malaikat Munkar dan Nakir.
“Sebab kedua malaikat itu menyaksikan si faqir yang saleh berada di tengah-tengah neraka, dan melihat orang yang sangat baik ini berdiri telanjang dengan api membakar dagingnya. Jeritan jiwa-jiwa yang tersiksa membuat telinganya sakit. Tapi lelaki itu tidak merasakan kesakitan saat api neraka membakarnya, dan ia bahkan tak terkejut ataupun takut. Ia hanya memikirkan Sang Kekasih, dan penderitaan sehebat apa pun tak bisa mengalihkan perhatiannya kepada Allah. Ia lalu duduk diselimuti kobaran api yang panas dan menyesakkan. Dengan suara tenang dan keras Sufi itu mulai berzikir:
“Laa ilaaha illallah! Laa ilaaha illallah!’
“Api itu menyala lebih hebat saat zikirnya menggelegar. Lalu api itu meredup, dan gunung-gunung api di neraka bergetar hebat mendengar zikirnya. Jiwa-jiwa lain yang disiksa di neraka berhenti menjerit dan memasang telinga lebar-lebar, karena nama Allah selama ini tak pernah diucapkan di neraka. Kemudian semua suara lenyap kecuali zikir itu. Lelaki itu terus berzikir sampai dasar dan fondasi neraka berguncang hebat, sedangkan para penghuni lain yang terkutuk di neraka mulai mendapatkan secercah harapan untuk bebas dari azab neraka.
“Neraka itu pasti akan runtuh berkeping-keping jika Iblis tidak muncul dan memohon kepada si faqir untuk menghentikan zikirnya. Tapi lelaki saleh itu terus saja berzikir, sebab ia sudah lama menapaki Jalan Cinta, dan kehendak Sang Kekasih sudah menjadi kehendaknya, entah ia dimasukkan ke dalam surga atau neraka.”
Syeikh berhenti sejenak untuk mencecap tehnya. Ia tak memandang kami sebelum melanjutkan ceritanya.
“Dan bagaimana nasib penjahat itu?” tanyanya setelah gelas tehnya kosong. “Gembong penjahat yang dulu begitu ditakuti, dan kemudian tersia-sia dan menderita kini mendapatkan tempat yang begitu indah.
“Allah juga memperlihatkan keadaan penjahat itu kepada kedua malaikat-Nya. Mereka melihat penjahat itu berdiri dengan jubah panjang, gemetar di tengah-tengah penghuni surga di hadapan singgasana Allah Yang Mahakuasa. Dan Malaikat Jibril berbicara kepada lelaki itu:
“‘Dengan rahmat dan kasih Allah, Penciptamu, perbuatan burukmu telah dimaafkan,’ katanya. ‘Kini masuklah dengan damai.’
“Dan kini, kebenaran memasuki hati si penjahat itu. Ia amat takjub, air mata menetes dari matanya. Lalu ia menyaksikan keagungan dan keindahan Dzat Yang Maha Pengasih. Ia pun tersungkur dan menangis sejadi-jadinya.
“Dan Allah berfirman kepadanya: ‘wahai anak cucu Adam, janganlah takut. Sebab tiada satu pun yang terperosok ke dasar tanpa bisa kuangkat kembali ke permukaan.’
“Penjahat itu tak lagi jeri. Ia berlutut dan bersujud kepada-Nya sembari terus menangis. Air matanya mengalir tiada henti. Ia menyesali hidupnya yang kelam di masa lampau. Air matanya menjadi aliran rahmat yang tak bisa berhenti. Kaki Sang Wali yang tidur di sebelahnya basah oleh air matanya.
“Ia akan terus menangis kalau saja visi yang dihadirkan Allah itu tidak diakhiri. Kedua lelaki itu bangun mendadak. Kemudian sang penjahat melihat si faqir. Ia mendekati faqir itu sambil masih menangis. Si faqir yang mengetahui keadaannya lalu memeluknya. Mereka berdua melakukan shalat dan berdoa bersama sampai fajar mengembang. Akhirnya, penjahat itu menjadi murid si faqir. Demikianlah…
“Sementara itu, Malaikat Munkar dan Nakir, yang baru saja melihat setetes dari rahmat Allah yang tiada habisnya, bersujud di hadapan Tuhan. Mereka malu karena terburu-buru menghakimi. Penilaian Allah berada di luar pemahaman manusia dan malaikat.”
*********
Tak terasa air mata telah meleleri pipi. Tak kuasa menyaksikan ketulusan cinta sang faqir, tidak sembarang manusia yang mampu mencapai tingkatan cinta seperti itu. Keadaan seperti apa pun yang ia hadapi tidak sedikitpun memalingkan hatinya dari mengingat Sang Kekasih. Kehendak Sang Kekasih sudah menjadi kehendaknya. Itulah Cinta Sejati, Cinta Agung yang tak akan pernah terjangkau oleh akal pikiran.
“Pada masa lalu, seorang faqir pengelana tiba di sebuah oasis di sebuah gurun di barat. Dia seorang Qalandar (Sufi pengembara yang penyendiri) yang berkelana di gurun-gurun Afrika dan Arab selama bertahun-tahun. Dia mencari-cari tempat penyendirian agar bisa mengingat Tuhannya dan merenungi misteri-misteri-Nya. Amal, iman, dan kepasrahannya kepada Tuhan membuatnya dianugerahi kedamaian jiwa. Ketulusan dan ibadahnya di jalan Cinta sangatlah mendalam, sehingga hal-hal gaib tersingkap padanya, dan ia menjadi seorang Wali, Sahabat Allah.
Nah, faqir itu tiba di oasis pada malam hari. Ia segera merebahkan tubuhnya di bawah pohon kurma untuk beristirahat sejenak sebelum menunaikan shalat tahajud. Tapi, tanpa disadari, ada lelaki lain yang juga sedang beristirahat di dekat pohon itu.
“Tapi lelaki itu adalah penjahat tersohor, gembong dari sekelompok penjahat yang dahulu sangat ditakuti orang. Mereka dulu suka merampok kafilah-kafilah pedagang kaya yang bepergian melalui kota-kota di pedalaman. Tapi kekejaman para penjahat itu akhirnya sampai ke telinga sultan, dan karenanya ia memerintah prajuritnya untuk memburu dan membunuh gerombolan perampok itu. Banyak anggota perampok yang tertangkap dan dipancung kepalanya. Yang lainnya meninggalkan gembong penjahat itu. Sebagian lagi mengkhianatinya karena takut dihukum mati seperti kawan-kawannya yang lain.
“Akhirnya, pentolan penjahat itu sendirian. Hartanya ludes semua. Uangnya yang terakhir sudah habis dalam pelarian. Kini ia menjadi buronan nomor wahid. Kepalanya dihargai sangat mahal. Bahkan, mantan kawan-kawannya, kini tak mau lagi menolongnya. Mereka juga takut hasil jarahannya, kini tak mau lagi menolongnya. Mereka juga takut jika kemarahan Sultan menimpa diri mereka. Karena itulah penjahat ini melarikan diri berhari-hari melintasi gurun dan sampai di oasis tersebut dalam keadaan letih dan lapar. Ia duduk di bawah pohon dan merutuki nasibnya yang malang.
“Nah, sekarang aku bertanya kepada kalian, dari dua lelaki itu, mana yang lebih agung dan mana yang lebih rendah? Siapa yang diberkahi Allah dan siapa yang dilaknat-Nya? Jangan, jangan menjawab! Kalian tak akan tahu jawabannya, sebab kalian bukan hakim mereka. Hanya Sang Penciptalah yang berhak menghakimi ciptaan-Nya.
“Tapi, Malaikat Munkar dan Nakir, yang bertugas menanyai orang yang sudah meninggal, melihat keadaan dua orang itu. Kata Malaikat Munkar, “Di sini jelas tampak beda antara emas yang murni dan yang palsu. Dua orang ini sudah bisa dinilai mutu jiwanya, walau mereka belum mati. Allah akan mengangkat lelaki yang saleh dan setan akan menemani lelaki jahat itu.’
“‘Pasti demikian,’ kata Nakir setuju. ‘Emas sejati amatlah langka. Surga amatlah luas, dan neraka penuh api yang menyala-nyala hingga ke dasarnya.’
“Allah mendengar bersitan pikiran kedua malaikat-Nya itu. Dia lalu berbicara kepada hati dua malaikat itu: ‘Kalian telah menghakimi nasib mereka. Namun manusia akan celaka jika Aku menghakimi makhluk-Ku hanya dengan keadilan belaka. Bukankah Aku Maha Pengasih lagi Maha Penyayang? Saksikanlah! Aku akan mengunjungi mereka dalam tidur dan visi mereka, agar kalian tahu kebenaran sejati dari makhluk-Ku.’
“Lalu Allah menidurkan dua orang itu dan mengirimkan mimpi kepada si faqir dan penjahat tersebut. Qalandar yang alim itu bermimpi berada di dalam neraka, bahkan berada di dasar neraka yang paling dalam, dengan nyala api yang paling lebat dan hebat. Sedangkan pentolan penjahat itu berada di surga, berdiri bersama-sama para Wali Allah di hadapan singgasana-Nya.”
Syeikh meletakkan cangklingnya dan meminum tehnya. Matanya mengamati wajah-wajah kami.
“Apakah baik memasukkan orang jahat ke surga?” tanyanya. “Apakah adil memasukkan orang saleh ke neraka?”
Tak ada yang berani menjawab.
“Bagus!” katanya. “Membersihkan hati dari penghakiman akan membuka Jalan Cinta. Dan itulah pelajaran yang diterima oleh Malaikat Munkar dan Nakir.
“Sebab kedua malaikat itu menyaksikan si faqir yang saleh berada di tengah-tengah neraka, dan melihat orang yang sangat baik ini berdiri telanjang dengan api membakar dagingnya. Jeritan jiwa-jiwa yang tersiksa membuat telinganya sakit. Tapi lelaki itu tidak merasakan kesakitan saat api neraka membakarnya, dan ia bahkan tak terkejut ataupun takut. Ia hanya memikirkan Sang Kekasih, dan penderitaan sehebat apa pun tak bisa mengalihkan perhatiannya kepada Allah. Ia lalu duduk diselimuti kobaran api yang panas dan menyesakkan. Dengan suara tenang dan keras Sufi itu mulai berzikir:
“Laa ilaaha illallah! Laa ilaaha illallah!’
“Api itu menyala lebih hebat saat zikirnya menggelegar. Lalu api itu meredup, dan gunung-gunung api di neraka bergetar hebat mendengar zikirnya. Jiwa-jiwa lain yang disiksa di neraka berhenti menjerit dan memasang telinga lebar-lebar, karena nama Allah selama ini tak pernah diucapkan di neraka. Kemudian semua suara lenyap kecuali zikir itu. Lelaki itu terus berzikir sampai dasar dan fondasi neraka berguncang hebat, sedangkan para penghuni lain yang terkutuk di neraka mulai mendapatkan secercah harapan untuk bebas dari azab neraka.
“Neraka itu pasti akan runtuh berkeping-keping jika Iblis tidak muncul dan memohon kepada si faqir untuk menghentikan zikirnya. Tapi lelaki saleh itu terus saja berzikir, sebab ia sudah lama menapaki Jalan Cinta, dan kehendak Sang Kekasih sudah menjadi kehendaknya, entah ia dimasukkan ke dalam surga atau neraka.”
Syeikh berhenti sejenak untuk mencecap tehnya. Ia tak memandang kami sebelum melanjutkan ceritanya.
“Dan bagaimana nasib penjahat itu?” tanyanya setelah gelas tehnya kosong. “Gembong penjahat yang dulu begitu ditakuti, dan kemudian tersia-sia dan menderita kini mendapatkan tempat yang begitu indah.
“Allah juga memperlihatkan keadaan penjahat itu kepada kedua malaikat-Nya. Mereka melihat penjahat itu berdiri dengan jubah panjang, gemetar di tengah-tengah penghuni surga di hadapan singgasana Allah Yang Mahakuasa. Dan Malaikat Jibril berbicara kepada lelaki itu:
“‘Dengan rahmat dan kasih Allah, Penciptamu, perbuatan burukmu telah dimaafkan,’ katanya. ‘Kini masuklah dengan damai.’
“Dan kini, kebenaran memasuki hati si penjahat itu. Ia amat takjub, air mata menetes dari matanya. Lalu ia menyaksikan keagungan dan keindahan Dzat Yang Maha Pengasih. Ia pun tersungkur dan menangis sejadi-jadinya.
“Dan Allah berfirman kepadanya: ‘wahai anak cucu Adam, janganlah takut. Sebab tiada satu pun yang terperosok ke dasar tanpa bisa kuangkat kembali ke permukaan.’
“Penjahat itu tak lagi jeri. Ia berlutut dan bersujud kepada-Nya sembari terus menangis. Air matanya mengalir tiada henti. Ia menyesali hidupnya yang kelam di masa lampau. Air matanya menjadi aliran rahmat yang tak bisa berhenti. Kaki Sang Wali yang tidur di sebelahnya basah oleh air matanya.
“Ia akan terus menangis kalau saja visi yang dihadirkan Allah itu tidak diakhiri. Kedua lelaki itu bangun mendadak. Kemudian sang penjahat melihat si faqir. Ia mendekati faqir itu sambil masih menangis. Si faqir yang mengetahui keadaannya lalu memeluknya. Mereka berdua melakukan shalat dan berdoa bersama sampai fajar mengembang. Akhirnya, penjahat itu menjadi murid si faqir. Demikianlah…
“Sementara itu, Malaikat Munkar dan Nakir, yang baru saja melihat setetes dari rahmat Allah yang tiada habisnya, bersujud di hadapan Tuhan. Mereka malu karena terburu-buru menghakimi. Penilaian Allah berada di luar pemahaman manusia dan malaikat.”
*********
Tak terasa air mata telah meleleri pipi. Tak kuasa menyaksikan ketulusan cinta sang faqir, tidak sembarang manusia yang mampu mencapai tingkatan cinta seperti itu. Keadaan seperti apa pun yang ia hadapi tidak sedikitpun memalingkan hatinya dari mengingat Sang Kekasih. Kehendak Sang Kekasih sudah menjadi kehendaknya. Itulah Cinta Sejati, Cinta Agung yang tak akan pernah terjangkau oleh akal pikiran.
Memang sebaiknya kita beribadah bukan karena semata-mata syurga dan neraka. Tapi apa hikmah nya Allah jadikan juga syurga dan neraka? Karena itu adalah satu cara Allah mendidik manusia. Supaya manusia takut berbuat dosa dan berkorban habis-habisan agar mendapat ganjaran yang berlipat ganda di akhirat nanti, semata-mata karena Allah SWT.
Tidaklah salah apabila kita takut akan azab Allah, takut akan dosa-dosa kita, merindui syurga yang Allah janjikan kepada hamba-hamba yang cinta dan takut kepada-Nya. Berita-gembira (Tabsyir) dan Kabar yang menakutkan (Tanzir) adalah cara mendidik manusia.
Contoh Kabar gembira:
Firman Allah Maksudnya: “Ada pun orang-orang yang beriman dan beramal soleh, bagi mereka Syurga Makwa sebagai anugerah atas apa yang mereka kerjakan.” (As Sajadah: 19)
Contoh Kabar yang menakutkan:
Firman Allah Maksudnya: “Adapun orang-orang yang fasik maka tempat kembali mereka adalah Neraka. Setiap kali mereka mahu keluar darinya, mereka dikembalikan ke dalamnya, lalu dikatakan kepada mereka: Rasakanlah azab Neraka yang dahulu kamu dustakan di dunia.” (As Sajadah: 20)
Sayidina Umar bin Khattab pernah berkata: “Jika hanya ada satu orang saja yang masuk neraka, maka akulah orangnya”. Ini menunjukkan rasa takut Sayidina Umar akan azab Allah di hari akhirat nanti boleh membuatnya kuat beribadah dengan ALLAH SWT. Wallahualam
Tidaklah salah apabila kita takut akan azab Allah, takut akan dosa-dosa kita, merindui syurga yang Allah janjikan kepada hamba-hamba yang cinta dan takut kepada-Nya. Berita-gembira (Tabsyir) dan Kabar yang menakutkan (Tanzir) adalah cara mendidik manusia.
Contoh Kabar gembira:
Firman Allah Maksudnya: “Ada pun orang-orang yang beriman dan beramal soleh, bagi mereka Syurga Makwa sebagai anugerah atas apa yang mereka kerjakan.” (As Sajadah: 19)
Contoh Kabar yang menakutkan:
Firman Allah Maksudnya: “Adapun orang-orang yang fasik maka tempat kembali mereka adalah Neraka. Setiap kali mereka mahu keluar darinya, mereka dikembalikan ke dalamnya, lalu dikatakan kepada mereka: Rasakanlah azab Neraka yang dahulu kamu dustakan di dunia.” (As Sajadah: 20)
Sayidina Umar bin Khattab pernah berkata: “Jika hanya ada satu orang saja yang masuk neraka, maka akulah orangnya”. Ini menunjukkan rasa takut Sayidina Umar akan azab Allah di hari akhirat nanti boleh membuatnya kuat beribadah dengan ALLAH SWT. Wallahualam
apakah orientasi hidup, ibadah dan amal kita hanya untuk mengejar surga atau neraka?..
mudah mudahan tidak, orientasi kita sebaiknya untuk mencari ridlo allah swt. dan berbuat sebaik baiknya menurut alquran dan hadist.
kenapa demikian?, karena apa yang kita bayangkan tentang surga dan neraka adalah menurut akal kita, logika pemikiran kita. padahal surga dan neraka jauh diluar nalar kita. seperti kita waktu masih dalam alam kandungan, apakah kita membayangkan akan hidup didunia seperti ini? dan apakah kita juga inget apa yang terjadi selama didalam alam kandungan.
berikut adalah penalaran menurut logika saya :
didalam kehidupan setalah mati, kita berada dalam alam arwah, bukan jasad, maka dari itu kita tidak memerlukan lagi yang namanya makan, minum, pakaian, dan segala kebutuhan yang ada didunia, termasuk nafsu dan amarah. karena kita telah meninggalkan jasad kita di alam kubur dan kita tidak memerlukan energi untuk bergerak dan berjalan. didalam surga digambarkan mengalir sungai sungai dengan air susu, emang bisa dibenarkan karena allah maha kuasa, apapun bisa disediakan oleh allah swt. bisa terjadi, tetapi kita sudah tidak membutuhkannya lagi, auranya udah lain, bukan nafsu lagi. kita dilayani oleh bidadari bidadari yang selalu perawan, sekali lagi kita kan udah gak punya nafsu lagi, gak ada jasad dan tidak bisa berbuat apa apa disana ( alias jangan ngeres bila membaca terjemahan seperti diatas). disediakan minuman minuman yang belum pernah ada di bumi, ingat; kita kan udah ddalam alam arwah, kita tidak perlu lagi memenuhi segala keserakahan kita akan makanan minuman yang mewah, yang mahal, yang paling enak. insya allah semua kan terasa hambar. bagaimana bentuk kaki kita, kepala kita, mata kita, tangan dan segala isi perut ini, waallahu alam .
dan kegiatan yang paling baik didalam surga adalah untuk beribadah kepada allah swt. berdzikir, pertemuan dengan sang pencipta.
untuk itu marilah kita sebagai sesama muslim untuk saling mengajak beribadah tidak semata untuk mengejar surga, tetapi untuk mencari ridlo allah swt.
kondisi neraka akan lebih terlihat nyata, seperti halnya pertemuan dengan setan, setan masih bisa merasakan panas, sakit, masih bisa teriak minta ampunan ketika dibacakan ayat ayat allah. dihari pembalasan tentunya tidak akan sama dengan ilustrasi ilustrasi yang ada dalam gambar gambar komik, tetapi bisa lebih parah dari itu kondisinya, bisa dibayangkan sendiri.
akankah kita menjadi pengikut setan?
masihkah kita beribadah karena ditakut takuti keadaan neraka ?,
subhanallah……..
allahu akbar..allahu akbar… allahu akbar.
mudah mudahan tidak, orientasi kita sebaiknya untuk mencari ridlo allah swt. dan berbuat sebaik baiknya menurut alquran dan hadist.
kenapa demikian?, karena apa yang kita bayangkan tentang surga dan neraka adalah menurut akal kita, logika pemikiran kita. padahal surga dan neraka jauh diluar nalar kita. seperti kita waktu masih dalam alam kandungan, apakah kita membayangkan akan hidup didunia seperti ini? dan apakah kita juga inget apa yang terjadi selama didalam alam kandungan.
berikut adalah penalaran menurut logika saya :
didalam kehidupan setalah mati, kita berada dalam alam arwah, bukan jasad, maka dari itu kita tidak memerlukan lagi yang namanya makan, minum, pakaian, dan segala kebutuhan yang ada didunia, termasuk nafsu dan amarah. karena kita telah meninggalkan jasad kita di alam kubur dan kita tidak memerlukan energi untuk bergerak dan berjalan. didalam surga digambarkan mengalir sungai sungai dengan air susu, emang bisa dibenarkan karena allah maha kuasa, apapun bisa disediakan oleh allah swt. bisa terjadi, tetapi kita sudah tidak membutuhkannya lagi, auranya udah lain, bukan nafsu lagi. kita dilayani oleh bidadari bidadari yang selalu perawan, sekali lagi kita kan udah gak punya nafsu lagi, gak ada jasad dan tidak bisa berbuat apa apa disana ( alias jangan ngeres bila membaca terjemahan seperti diatas). disediakan minuman minuman yang belum pernah ada di bumi, ingat; kita kan udah ddalam alam arwah, kita tidak perlu lagi memenuhi segala keserakahan kita akan makanan minuman yang mewah, yang mahal, yang paling enak. insya allah semua kan terasa hambar. bagaimana bentuk kaki kita, kepala kita, mata kita, tangan dan segala isi perut ini, waallahu alam .
dan kegiatan yang paling baik didalam surga adalah untuk beribadah kepada allah swt. berdzikir, pertemuan dengan sang pencipta.
untuk itu marilah kita sebagai sesama muslim untuk saling mengajak beribadah tidak semata untuk mengejar surga, tetapi untuk mencari ridlo allah swt.
kondisi neraka akan lebih terlihat nyata, seperti halnya pertemuan dengan setan, setan masih bisa merasakan panas, sakit, masih bisa teriak minta ampunan ketika dibacakan ayat ayat allah. dihari pembalasan tentunya tidak akan sama dengan ilustrasi ilustrasi yang ada dalam gambar gambar komik, tetapi bisa lebih parah dari itu kondisinya, bisa dibayangkan sendiri.
akankah kita menjadi pengikut setan?
masihkah kita beribadah karena ditakut takuti keadaan neraka ?,
subhanallah……..
allahu akbar..allahu akbar… allahu akbar.
Rabu, 07 April 2010
Ya Allah,
Aku bersyukur pada-Mu
Bersyukur atas nikmat yang Kau berikan padaku
Kau pelihara diriku,imanku dan agamaku
Ketika diriku sedang leka dengan dosa pada-Mu
Ketika diriku leka dengan keindahan yang sementara itu
Ya Allah
Aku hanyalah hamba-Mu
Hamba yang senantiasa menzalimi diri
Hamba yang kufur pada nikmat-Mu
Hamba yang mengikut hawa nafsu
Ya Allah
Aku mohon pada-Mu
Kembalikanlah kemanisan iman dalam diriku
Kemanisan yang pernah Kau berikan padaku
Kemanisan yang telah Engkau ambil dariku
Atas kejahilanku yang berulang kali kulakukan
Ya Allah
Yang Maha Pengasih,Maha Penyayang
Lindungilah aku,payungilah aku dengan sayap para malaikat-Mu
Peliharalah pandanganku Ya Allah
Peliharalah hatiku Ya Rabbi
Peliharalah diriku Ya Rahim
Ya Allah
Penuhilah hatiku dengan cinta dan rindu
Cinta dan rindu pada-Mu dan Rasul-Mu
Cinta dan rindu pada bisikan kalam-Mu
Cinta dan rindu pada kematian
Ya Allah
Andai aku ditakdirkan mati
Matikanlah aku dalam iman
Matikanlah aku dalam Islam
Matikanlah aku ketika aku bersujud pada-Mu
Dan matikanlah aku di dalam rumah-Mu
Ya Allah
Terimalah taubatku ini
Kerana aku
Aku takut dengan azab-Mu
Aku takut dengan panasnya api neraka-Mu
Mana mungkin dapat aku menahan sakitnya azab-Mu
Aku takut Ya Allah
Aku bersyukur pada-Mu
Bersyukur atas nikmat yang Kau berikan padaku
Kau pelihara diriku,imanku dan agamaku
Ketika diriku sedang leka dengan dosa pada-Mu
Ketika diriku leka dengan keindahan yang sementara itu
Ya Allah
Aku hanyalah hamba-Mu
Hamba yang senantiasa menzalimi diri
Hamba yang kufur pada nikmat-Mu
Hamba yang mengikut hawa nafsu
Ya Allah
Aku mohon pada-Mu
Kembalikanlah kemanisan iman dalam diriku
Kemanisan yang pernah Kau berikan padaku
Kemanisan yang telah Engkau ambil dariku
Atas kejahilanku yang berulang kali kulakukan
Ya Allah
Yang Maha Pengasih,Maha Penyayang
Lindungilah aku,payungilah aku dengan sayap para malaikat-Mu
Peliharalah pandanganku Ya Allah
Peliharalah hatiku Ya Rabbi
Peliharalah diriku Ya Rahim
Ya Allah
Penuhilah hatiku dengan cinta dan rindu
Cinta dan rindu pada-Mu dan Rasul-Mu
Cinta dan rindu pada bisikan kalam-Mu
Cinta dan rindu pada kematian
Ya Allah
Andai aku ditakdirkan mati
Matikanlah aku dalam iman
Matikanlah aku dalam Islam
Matikanlah aku ketika aku bersujud pada-Mu
Dan matikanlah aku di dalam rumah-Mu
Ya Allah
Terimalah taubatku ini
Kerana aku
Aku takut dengan azab-Mu
Aku takut dengan panasnya api neraka-Mu
Mana mungkin dapat aku menahan sakitnya azab-Mu
Aku takut Ya Allah
Selasa, 06 April 2010
Kebesaran Mu bersayap
Aku terbang meninggalkan kefanaan
Tak ada penghormatan paling indah
Selain mengenang nama-nama Mu,
Menyerahkan kepasrahan
Menyerahkan apa yang tak kumiliki
Engkau terus kusebut
Dengan ucap paling lirih
Paling dalam
Kebesaran Mu bersayap
Suci
Jika aku pohon
Tak pantas kupanjangkan akarku
Juga menggugurkan daunku
Sebab dalam batangku
Getah Mu menyatukan pedih dan gembira
Dan sungguh aku tak pantas
Jasadku adalah Kau dan Kunfayakun Mu
Inilah aku
Ayat-ayat Mu
Hidup sebagai permainan Mu yang teramat cantik
Kebesaranku tersisa di bulu sayap Kebesaran Mu
Aku terbang meninggalkan kefanaan
Tak ada penghormatan paling indah
Selain mengenang nama-nama Mu,
Menyerahkan kepasrahan
Menyerahkan apa yang tak kumiliki
Engkau terus kusebut
Dengan ucap paling lirih
Paling dalam
Kebesaran Mu bersayap
Suci
Jika aku pohon
Tak pantas kupanjangkan akarku
Juga menggugurkan daunku
Sebab dalam batangku
Getah Mu menyatukan pedih dan gembira
Dan sungguh aku tak pantas
Jasadku adalah Kau dan Kunfayakun Mu
Inilah aku
Ayat-ayat Mu
Hidup sebagai permainan Mu yang teramat cantik
Kebesaranku tersisa di bulu sayap Kebesaran Mu
@ Sepertiga Malam
-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-
SEPERTIGA MALAM
Kepada siapa hendak kuceritakan
Bahwa aku rindu ayat-ayat Tuhan
Beratus jejak berkarat terkubur debu
Merasuk dalam nurani beku
Entah pada catatan harian
Atau berbait-bait sajak
Aku ingin menulis dosa
Bahwa hidup tak sekedar tangisan tanpa suara
''sebab neraka tak dingin oleh airmata''
SAJAK MENJELANG JAM TIGA PAGI
Mungkin cuma sajak yang bisa tertulis
Ketika hati tak bergetar lagi
Mendengar ayat-ayat Tuhan
Langkah kaki setelah mencium tangan ibu
Tercatat dalam sejarah kelam
aku terseok
Tergeragap mengeja zaman
Meradang
Sebelum akhirnya menggelepar di atas lantai tanpa sajadah
Sia-sia menyulam sesal
Kepada siapa hendak kuceritakan
Bahwa aku rindu ayat-ayat Tuhan
Beratus jejak berkarat terkubur debu
Merasuk dalam nurani beku
Entah pada catatan harian
Atau berbait-bait sajak
Aku ingin menulis dosa
Bahwa hidup tak sekedar tangisan tanpa suara
''sebab neraka tak dingin oleh airmata''
SAJAK MENJELANG JAM TIGA PAGI
Mungkin cuma sajak yang bisa tertulis
Ketika hati tak bergetar lagi
Mendengar ayat-ayat Tuhan
Langkah kaki setelah mencium tangan ibu
Tercatat dalam sejarah kelam
aku terseok
Tergeragap mengeja zaman
Meradang
Sebelum akhirnya menggelepar di atas lantai tanpa sajadah
Sia-sia menyulam sesal
Kamis, 01 April 2010
Hujan...
hanyalah sekumpulan titik air yang runtuh dari hamparan lagit suram...
Hujan...
indahkan hari nan sunyi di saat sepi
Hujan...
aliran lembut yang bergemuruh berikan kesejukan...
Hujan,,,
disana kuberdo'a
harapkan segalanya 'kan di ijabah Allah,,,
Harapkan apa yang telah kutahu adalah jawaban rahasia-Nya...
Hujan,,,
hanyalah sekumpulan titik air yang runtuh dari hamparan lagit suram...
Hujan...
indahkan hari nan sunyi di saat sepi
Hujan...
aliran lembut yang bergemuruh berikan kesejukan...
Hujan,,,
di
harapkan segalanya '
Harapkan apa yang telah kutahu adalah jawaban rahasia-Nya...
Hujan,,,
Langganan:
Postingan (Atom)

