Ada cinta di sini.
Ada sayang di sini.
Ada rindu di sini.
Bahagia ini nyata bersamamu.
Saat ini ada kisah bahagia.
Bersamamu ku jalani.
Yang telah lama ku nanti-nanti.
Ku bahagia dengan rasa ini.
Janganlah cepat berlalu.
Ku percaya ini yang terbaik.
Untuk kita berdua dalam cinta ini.
Satukan lah hatimu dengan ku.
Saat ini ada kisah bahagia.
Bersamamu ku temukan
Yang selama ini telah hilang.
Dalam penantian panjang ku.
Janganlah cepat berlalu.
Ku percaya ini yang terbaik.
Sampai ku menutup mata.
Ku yakin itu bersamamu.
Sabtu, 15 Mei 2010
Seorang pria mencintai kekasihnya paling banyak, mencintai istrinya paling baik tapi mencintai ibunya paling lama
A man loves his sweetheart the most, his wife the best, but his mother the longest.
A man loves his sweetheart the most, his wife the best, but his mother the longest.
Seiring keindahan pagi terus pergi.
Hati mulai gelisah merasakan keindahan tanpa hadirmu.
Ku terlalu mencintaimu hingga ku takut kau pergi.
Ku terlalu menyayangimu hingga ku takut kau tak kembali.
Ku terlalu merindumu di balik jarak bersenandung mesra.
Seiring senja nanti akan muncul.
Berpadu dengan keindahan malam.
Ku ingin menggengam jemarimu.
Lepaskan aku demi rasa yang ada untukmu.
Tanpamu ku akan terus terikat dalam rantai ini.
Karena disini ku tak mampu bertahan dalam belenggu kerinduan.
Hati mulai gelisah merasakan keindahan tanpa hadirmu.
Ku terlalu mencintaimu hingga ku takut kau pergi.
Ku terlalu menyayangimu hingga ku takut kau tak kembali.
Ku terlalu merindumu di balik jarak bersenandung mesra.
Seiring senja nanti akan muncul.
Berpadu dengan keindahan malam.
Ku ingin menggengam jemarimu.
Lepaskan aku demi rasa yang ada untukmu.
Tanpamu ku akan terus terikat dalam rantai ini.
Karena disini ku tak mampu bertahan dalam belenggu kerinduan.
bersanding di bawah bulan temaram
sandaran hidup ku
dipenuhi isak tangis janji dan beribu derita
tetapi tetap menjadi mentari tuk janji yang tertunda
walupun kaki ini semakin membeku melumpuhkan penyesalan
tetap q membutuh kan kau dsini
membuka semua harapan semu
menjadi hal yang tabu
untuk di perbincangkan
sangatlah tidak mudah untuk katakan”tolong jiwa ku yg tlah rapuh”
demi hentakan kaki malaikat yang turun dalam cahaya sunyi
yg entah kapan iya kan menjadi sayap q yg tlah sirna
terombang ambing oleh janji2 palsu
akan tetap mencari dimana tuhan ku…
yang telah memberikan kesucian diantara senja
memberikan kehidupan yg penuh dengan cobaan
dan kita hanyalah sebuah aktor d panggung sandiwara kehidupan
hanya membanggakan dosa2 nya
dan tak pantas d mengeti tuk satu sama lain.
karna smua itu berawal dari kejujuran
serta jeritan bahagia yang mengalun lincah
mencoba menjadi api
didalam air
sungguh hanyalah menjadi hal yg tabu yg takkan pernah terungkap
hanaya menelan dosa
dan semua itu takan berakir jika kita tak berubah
berubah untuk mengybah masa depan
ku kan buktikan bahwa
hanyalah dirimu
dan pada jiwa ini jika esok tiba,kan kubawa segenggam harapan dan ketulusan
sandaran hidup ku
dipenuhi isak tangis janji dan beribu derita
tetapi tetap menjadi mentari tuk janji yang tertunda
walupun kaki ini semakin membeku melumpuhkan penyesalan
tetap q membutuh kan kau dsini
membuka semua harapan semu
menjadi hal yang tabu
untuk di perbincangkan
sangatlah tidak mudah untuk katakan”tolong jiwa ku yg tlah rapuh”
demi hentakan kaki malaikat yang turun dalam cahaya sunyi
yg entah kapan iya kan menjadi sayap q yg tlah sirna
terombang ambing oleh janji2 palsu
akan tetap mencari dimana tuhan ku…
yang telah memberikan kesucian diantara senja
memberikan kehidupan yg penuh dengan cobaan
dan kita hanyalah sebuah aktor d panggung sandiwara kehidupan
hanya membanggakan dosa2 nya
dan tak pantas d mengeti tuk satu sama lain.
karna smua itu berawal dari kejujuran
serta jeritan bahagia yang mengalun lincah
mencoba menjadi api
didalam air
sungguh hanyalah menjadi hal yg tabu yg takkan pernah terungkap
hanaya menelan dosa
dan semua itu takan berakir jika kita tak berubah
berubah untuk mengybah masa depan
ku kan buktikan bahwa
hanyalah dirimu
dan pada jiwa ini jika esok tiba,kan kubawa segenggam harapan dan ketulusan
Cinta berhembus di padang kehidupan
Membawa terbang kelopak-kelopak bunga yang gugur dari suatu tempat
Melayangkan dan memutar-mutarkannya di atas rerumputan hijau
Sebelum kemudian menghinggapkannya di hati yang kesepian
Cinta bersenandung di lembah kenangan
Menggemakan degup jantung harapan ke pelosok ruang
Ketika keemasan lembayung perlahan surut di pelataran langit
Malam menjadi penyesalan yang berbintangkan kerinduan
Aku kembali mendengar senandung cinta itu
Di bawah temaram bulan aku bisa melihat siluet tubuhnya
Asing dalam balutan gaun misteri yang selama ini menyembunyikannya
Aku kembali mendengar senandung cinta itu
Dalam desah nafas yang semakin dekat dan aku kenal
Aku berhasil membaca dan mengartikan kehadirannya
Rambutnya berkibar seirama angin
Cahaya matanya berdenyut seperti kelip bintang
Dan gemulai tangannya bergerak membelai udara dengan anggun
Ketika aku tertangkap pandangannya
Senyuman yang mengulum masa lalu mengembang dengan indah
Aku tahu saat itu dia mengucapkan “kemarilah”
Meski tak ada suara yang aku dengar dari bibirnya yang bergerak itu
Pelukannya terbuka bagai kelopak bunga mekar di pagi hari
Dan dengan penuh kerinduan aku pun berlari ke arahnya
Tak ingin lagi menunggu seperti dulu
Tak ingin lagi bertanya-tanya seperti dulu
Aku hanya ingin terlelap dalam pelukan cinta masa lalu
Yang aku temukan di saat ini
…
Cinta bersenandung di lembah kenangan
Dan hanya akan ada senandung itu yang bisa aku miliki
Aku tak akan pernah bisa memeluknya
Meski bayangannya tampak nyata tersenyum kepadaku
Membawa terbang kelopak-kelopak bunga yang gugur dari suatu tempat
Melayangkan dan memutar-mutarkannya di atas rerumputan hijau
Sebelum kemudian menghinggapkannya di hati yang kesepian
Cinta bersenandung di lembah kenangan
Menggemakan degup jantung harapan ke pelosok ruang
Ketika keemasan lembayung perlahan surut di pelataran langit
Malam menjadi penyesalan yang berbintangkan kerinduan
Aku kembali mendengar senandung cinta itu
Di bawah temaram bulan aku bisa melihat siluet tubuhnya
Asing dalam balutan gaun misteri yang selama ini menyembunyikannya
Aku kembali mendengar senandung cinta itu
Dalam desah nafas yang semakin dekat dan aku kenal
Aku berhasil membaca dan mengartikan kehadirannya
Rambutnya berkibar seirama angin
Cahaya matanya berdenyut seperti kelip bintang
Dan gemulai tangannya bergerak membelai udara dengan anggun
Ketika aku tertangkap pandangannya
Senyuman yang mengulum masa lalu mengembang dengan indah
Aku tahu saat itu dia mengucapkan “kemarilah”
Meski tak ada suara yang aku dengar dari bibirnya yang bergerak itu
Pelukannya terbuka bagai kelopak bunga mekar di pagi hari
Dan dengan penuh kerinduan aku pun berlari ke arahnya
Tak ingin lagi menunggu seperti dulu
Tak ingin lagi bertanya-tanya seperti dulu
Aku hanya ingin terlelap dalam pelukan cinta masa lalu
Yang aku temukan di saat ini
…
Cinta bersenandung di lembah kenangan
Dan hanya akan ada senandung itu yang bisa aku miliki
Aku tak akan pernah bisa memeluknya
Meski bayangannya tampak nyata tersenyum kepadaku
Ada sebuah penyebab kegagalan utama. Sehebat apa pun Anda, Anda bisa gagal. Meski Anda sudah memiliki gelar master atau doktor. Meski Anda sudah berpengalaman puluhan tahun. Anda akan tetap gagal jika penyebab gagal ini ada pada diri Anda. Ya betul. Penyebab kegagalan ini bisa terjadi pada siapa pun, terlepas siapa pun orangnya. Penyebab kegagalan ini sangat kuat, hanya Allah yang bisa mengubahnya. Jangan sampai dech… penyebab kegagalan ini ada pada diri Anda. Saya akan berikan cara mengatasinya.
Penyebab kegagalan itu adalah: berhenti di tengah jalan.
Saya yakin, Anda pun sudah tahu tentang hal ini. Kebanyakan orang sudah tahu bahwa berhenti di tengah jalan akan menjadikan kita gagal. Bagaimana pun pintar dan cerdasnya diri kita, jika berhenti… pasti gagal.
Pertanyaanya adalah: bagaimana supaya kita tidak berhenti.
Untuk mengobatinya, kita harus mendiagnosa dulu. Apa yang membuat orang berhenti untuk berusaha?
Penyebab kegagalan itu adalah: berhenti di tengah jalan.
Saya yakin, Anda pun sudah tahu tentang hal ini. Kebanyakan orang sudah tahu bahwa berhenti di tengah jalan akan menjadikan kita gagal. Bagaimana pun pintar dan cerdasnya diri kita, jika berhenti… pasti gagal.
Pertanyaanya adalah: bagaimana supaya kita tidak berhenti.
Untuk mengobatinya, kita harus mendiagnosa dulu. Apa yang membuat orang berhenti untuk berusaha?
- Kurangnya motivasi. Motivasi seperti bensin pada mobil, penghasil energi, dan penyebab bergerak. Sehebat apa pun mobil Anda, tanpa energi tidak akan pernah bergerak. Jika energi tidak cukup, maka mobil Anda akan berhenti di tengah jalan. Jika bensin habis, apa yang Anda lakukan? Isi lagi. Jika motivasi habis, maka bangkitkan motivasi kembali.
- Tidak tahu apa yang harus dilakukan. Selain kurangnya motivasi, penyebab orang berhenti adalah karena dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan karena mereka kehabisan ide. Mau apa lagi? Oleh karena itu, cara mengatasinya ialah harus memiliki keterampilan kreativitas yang tinggi. Jika Anda memiliki kemampuan untuk menghasilkan ide, maka Anda akan tidak akan pernah berhenti untuk mencapai tujuan Anda.
- Rendah diri. Bisa saja, Anda sudah memiliki motivasi yang kuat. Tahu apa yang harus Anda lakukan, tetapi Anda tidak yakin dengan kemampuan Anda. Anda akan mengatakan “Saya tidak bisa.” Maka Anda akan berhenti. Disinilah pentingnya kepercayaan diri.
Jumat, 14 Mei 2010
Nilai sebuah senyuman
dia tidak minta bayaran, tapi menciptakan banyak.
dia memperkaya mereka yg menerimanya.
tanpa membuat melarat mereka yg memberinya.
dia hanya terjagi sekejap,namun…….
kenangan tentangnya kadang2bertahan lama.
tak seorangpun meskipun begitu kaya
mampu bertahan tanpa dia.dan…….
tak seorangpun yg begitu miskin,tetapi
menjadi kaya karena manfaatnya.
dia menciptakan kebahagiaan untuk orang lain.
dia memberi rasa dalam letih,sinar terang dlm keputusasaan.sinar mentari dari kesedihan dan penangkal bagi kesulitan dalam hidup.
namun dia tidak bisa dibeli,dipinjam atau dicuri.
karena dia adalah sesuatu yg tidak berguna,sebelum diberikan kepada orang
dia memperkaya mereka yg menerimanya.
tanpa membuat melarat mereka yg memberinya.
dia hanya terjagi sekejap,namun…….
kenangan tentangnya kadang2bertahan lama.
tak seorangpun meskipun begitu kaya
mampu bertahan tanpa dia.dan…….
tak seorangpun yg begitu miskin,tetapi
menjadi kaya karena manfaatnya.
dia menciptakan kebahagiaan untuk orang lain.
dia memberi rasa dalam letih,sinar terang dlm keputusasaan.sinar mentari dari kesedihan dan penangkal bagi kesulitan dalam hidup.
namun dia tidak bisa dibeli,dipinjam atau dicuri.
karena dia adalah sesuatu yg tidak berguna,sebelum diberikan kepada orang
Suatu hari.. pernah kurenungi…
adakah seorang insan yang mengerti..
apakah arti kehidupan ini…
pernah kucari arti cinta sejati
namun yang kutemui barulah mimpi..
suatu mimpi kosong yang tak bertepi
apakah salah hati ini
ingin memiliki sebuah cinta sejati..
apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah itu juga sebuah mimpi.. ?
jika benar, apalah arti semua ini..
sudah banyak hari kujalani
waktu demi waktu…
semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi yang tiada memiliki arti
namun akhirnya satu hal kusadari
hanya Dia yang sungguh mengerti,
tentang semua arti kehidupan ini..
kekosongan hati ini
tidak lagi diisi dengan benci..
tak ada yang lebih murni
dari kesucian cinta Ilahi
Cinta-Nya yang begitu Indah
adakah seorang insan yang mengerti..
apakah arti kehidupan ini…
pernah kucari arti cinta sejati
namun yang kutemui barulah mimpi..
suatu mimpi kosong yang tak bertepi
apakah salah hati ini
ingin memiliki sebuah cinta sejati..
apakah arti sebuah persahabatan sejati
apakah itu juga sebuah mimpi.. ?
jika benar, apalah arti semua ini..
sudah banyak hari kujalani
waktu demi waktu…
semua seakan hanyalah ilusi..
ilusi yang tiada memiliki arti
namun akhirnya satu hal kusadari
hanya Dia yang sungguh mengerti,
tentang semua arti kehidupan ini..
kekosongan hati ini
tidak lagi diisi dengan benci..
tak ada yang lebih murni
dari kesucian cinta Ilahi
Cinta-Nya yang begitu Indah
Manusia tidak jatuh kedalam cinta
Dan tidak juga keluar dari cinta
Tapi manusia tumbuh dan besar dalam cinta
Cinta dibanyak waktu dan peristiwa
Orang selalu berbeda mengartikannya
Tak ada yang salah tapi
Tak ada yang benar sempurna penafsirannya
Karena cinta selalu berkembang
Ia seperti udara yang mengisi ruang kosong
Cinta juga seperti air
Yang mengalir kedataran yang lebih rendah
Tapi ada satu yang bisa kita sepakati bersama
Bahwa cinta akan membuat kita berbuat lebih sempurna
Cinta akan membawa sesuatu menjadi lebih baik
Mengajarkan pada kita
Betapa besar kekuatan yang dimilikinya
Paling tidak cinta membuat dunia
Yang bising dan penat ini terasa indah
Cinta mengajarkan pada kita
Bagaimana harus berlaku jujur dan berkorban
Berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan
Cinta adalah kaki-kaki
Yang melangkah membangun samudera kebaikan
Cinta adalah tangan-tangan
Yang merajut hamparan permadani kasih sayang
Cinta adalah hati yang selalu berharap
Mewujudkan dunia serta kehidupan menjadi lebih baik
Dan tidak juga keluar dari cinta
Tapi manusia tumbuh dan besar dalam cinta
Cinta dibanyak waktu dan peristiwa
Orang selalu berbeda mengartikannya
Tak ada yang salah tapi
Tak ada yang benar sempurna penafsirannya
Karena cinta selalu berkembang
Ia seperti udara yang mengisi ruang kosong
Cinta juga seperti air
Yang mengalir kedataran yang lebih rendah
Tapi ada satu yang bisa kita sepakati bersama
Bahwa cinta akan membuat kita berbuat lebih sempurna
Cinta akan membawa sesuatu menjadi lebih baik
Mengajarkan pada kita
Betapa besar kekuatan yang dimilikinya
Paling tidak cinta membuat dunia
Yang bising dan penat ini terasa indah
Cinta mengajarkan pada kita
Bagaimana harus berlaku jujur dan berkorban
Berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan
Cinta adalah kaki-kaki
Yang melangkah membangun samudera kebaikan
Cinta adalah tangan-tangan
Yang merajut hamparan permadani kasih sayang
Cinta adalah hati yang selalu berharap
Mewujudkan dunia serta kehidupan menjadi lebih baik
Hati resah dan gundah
rasa kosong dan tak terarah
kebahagiaan tinggal mimpi
sampai kini tak dikecapi
Lalu insan mencari harta
buat penenang jiwa
mengumpulkannya, mengira-ngira
takut kehilangannya
takut ia tiada
kerana padanya
harta membawa bahagia
tapi dadanya selalu sesak
mengapa?
Terus kembara mencari cinta
pada teruna atau dara
penghilang resah di jiwa
cuba meraih bahagia
di sebalik sebuah hubungan tanpa ikatan
namun dia selalu takut kehilangan
risau ditinggalkan
rasa resah kadang menerjah
di mana bahagia?
Lalu seribu satu jalan ditempuh insan
demi menggapai bahagia
tak juga dia jumpa
tak juga dia rasa puas
bahagia semakin sayup meninggalkannya
andailah insan itu tahu
bahawa bahagia itu ada dalam dirinya
tentu dia akan mencari dirinya
dan mengenal tuhannya
rasa kosong dan tak terarah
kebahagiaan tinggal mimpi
sampai kini tak dikecapi
Lalu insan mencari harta
buat penenang jiwa
mengumpulkannya, mengira-ngira
takut kehilangannya
takut ia tiada
kerana padanya
harta membawa bahagia
tapi dadanya selalu sesak
mengapa?
Terus kembara mencari cinta
pada teruna atau dara
penghilang resah di jiwa
cuba meraih bahagia
di sebalik sebuah hubungan tanpa ikatan
namun dia selalu takut kehilangan
risau ditinggalkan
rasa resah kadang menerjah
di mana bahagia?
Lalu seribu satu jalan ditempuh insan
demi menggapai bahagia
tak juga dia jumpa
tak juga dia rasa puas
bahagia semakin sayup meninggalkannya
andailah insan itu tahu
bahawa bahagia itu ada dalam dirinya
tentu dia akan mencari dirinya
dan mengenal tuhannya
Butir2 cinta jatuh mengalir
Selebat air rahmatMu diluar kamarku
Seolah Dia berada didepanku
Bersedia mendengar luahan isi hatiku
Disaat inilah Tuhan mengabulkan doa hambanya
Kerna Dia Maha Pengasih dan Penyayang
Apa kalian tahu mengapa sering diutarakan seperti itu?
Tidakkah kalian menggunakan akal?
Selebat air rahmatMu diluar kamarku
Seolah Dia berada didepanku
Bersedia mendengar luahan isi hatiku
Disaat inilah Tuhan mengabulkan doa hambanya
Kerna Dia Maha Pengasih dan Penyayang
Apa kalian tahu mengapa sering diutarakan seperti itu?
Tidakkah kalian menggunakan akal?
Allah masih menyayangi kita
Allah masih sayangkan kta
Allah masih cintakan kita
Allah masih perihatan terhadap kita
Allah masih melindungi kita
Allah masih memeri kita nikmat yang tidak terkira
Allah masih sayangkan kta
Allah masih cintakan kita
Allah masih perihatan terhadap kita
Allah masih melindungi kita
Allah masih memeri kita nikmat yang tidak terkira
Mau diterangkan lagi?
Nah,jika begitu sesudah berpuluh tahun pun masih tidak terkira
Kerna terlalu banyaknya
Kerna terlalu kasih dan sayangnya Allah kepada kita
Apa kalian masih tidak mengerti?
Lalu apa yang harus dilakukan…
Nah,jika begitu sesudah berpuluh tahun pun masih tidak terkira
Kerna terlalu banyaknya
Kerna terlalu kasih dan sayangnya Allah kepada kita
Apa kalian masih tidak mengerti?
Lalu apa yang harus dilakukan…
Syukurilah setiap nikmat ilahi
Kita hamba yang terlalu sedikit bersyukur
Jangan kalian menyatakan kalian sudah penat bersyukur
Allah tidak mengharapkan apa2 kepada kita
Kita tidak memberikan kesan kepada Allah jika kita kufur
Kerna kita yang kufur dan memilih jalan itu sendiri
Kita hamba yang terlalu sedikit bersyukur
Jangan kalian menyatakan kalian sudah penat bersyukur
Allah tidak mengharapkan apa2 kepada kita
Kita tidak memberikan kesan kepada Allah jika kita kufur
Kerna kita yang kufur dan memilih jalan itu sendiri
Ya,benar sekali Allah menentukan segalanya
Namun,bukankah Allah pernah berkata
Dia tidak akan mengubah sesuatu kaum itu melainkan mereka yang ingin merubah kepada yang lebih baik?
Kita yang memilih sendiri
Allah yang menentukan
Namun,bukankah Allah pernah berkata
Dia tidak akan mengubah sesuatu kaum itu melainkan mereka yang ingin merubah kepada yang lebih baik?
Kita yang memilih sendiri
Allah yang menentukan
Kalian masih meminta yang bukan2 kepada Allah?
Masih belum puaskahkah nafsumu itu?
Oh ! iya, nafsu tidak pernah akan puas
Syukurilah nikmat pemberian kasihNya
Masih belum puaskahkah nafsumu itu?
Oh ! iya, nafsu tidak pernah akan puas
Syukurilah nikmat pemberian kasihNya
Lakukanlah perkara yang disuruh olehNya
Berusaha dan tegas agar menjauhi laranganNya
Bersegeralah kita merebut cinta ilahi
Berusaha dan tegas agar menjauhi laranganNya
Bersegeralah kita merebut cinta ilahi
Semakin aku menjauh dari-Mu
Semakin hati merasa kosong
Jauh daripada kedamaian
Walaupun ku ada semuanya
Namun terasa tiada apa-apa
Hati seolah terpenjara
Tak mampu merasa bahagia
Aku benci apa yang kurasakan
Aku ingin mendekati-Mu
Namun hati merasa malu
Setelah hakmu kuabaikan
Setelah anugerahmu kudustakan
Setelah hariku berlalu penuh dosa
Lalu kupergi jauh, lebih jauh
Tak bisa kureguk cinta-Mu
Namun hati semakin kosong
Semakin merindu sesuatu
Semakin jauh kupergi dari-Mu
Semakin parah gelora jiwaku
Tak bisa kukecap tenang
Sekalipun di hujung dunia
Kerana aku tak bisa lari dari-Mu
Aku bertekad bulat
Mendekati-Mu seikhlas hati
Biar apa terjadi di pertengahan
Aku tak akan berpatah jalan
Aku benci kehidupan tanpa-Mu
Sesalanku tak henti memburu
Menyekat rasa tenang jiwaku
Aku gagahkan kaki berdiri
Di balik tirai malam-Mu
Mengharap kasih dan cinta
Mengadu pedih dan derita jiwa
Tak tertanggung lagi olehku
Tak mampu lagi kulari dari-Mu
Aku memang memerlukan-Mu
Aku tak bisa hidup tanpa-Mu
Ketika itu, derai air mata kuseka
Aku begitu terharu tak terkata
Dengan cinta-Mu kurasa bahagia
Andai kutahu begini nikmatnya
Takkan kulari dari-Mu
Pasti kutagih cinta-Mu
Sejak dulu…
Semakin hati merasa kosong
Jauh daripada kedamaian
Walaupun ku ada semuanya
Namun terasa tiada apa-apa
Hati seolah terpenjara
Tak mampu merasa bahagia
Aku benci apa yang kurasakan
Aku ingin mendekati-Mu
Namun hati merasa malu
Setelah hakmu kuabaikan
Setelah anugerahmu kudustakan
Setelah hariku berlalu penuh dosa
Lalu kupergi jauh, lebih jauh
Tak bisa kureguk cinta-Mu
Namun hati semakin kosong
Semakin merindu sesuatu
Semakin jauh kupergi dari-Mu
Semakin parah gelora jiwaku
Tak bisa kukecap tenang
Sekalipun di hujung dunia
Kerana aku tak bisa lari dari-Mu
Aku bertekad bulat
Mendekati-Mu seikhlas hati
Biar apa terjadi di pertengahan
Aku tak akan berpatah jalan
Aku benci kehidupan tanpa-Mu
Sesalanku tak henti memburu
Menyekat rasa tenang jiwaku
Aku gagahkan kaki berdiri
Di balik tirai malam-Mu
Mengharap kasih dan cinta
Mengadu pedih dan derita jiwa
Tak tertanggung lagi olehku
Tak mampu lagi kulari dari-Mu
Aku memang memerlukan-Mu
Aku tak bisa hidup tanpa-Mu
Ketika itu, derai air mata kuseka
Aku begitu terharu tak terkata
Dengan cinta-Mu kurasa bahagia
Andai kutahu begini nikmatnya
Takkan kulari dari-Mu
Pasti kutagih cinta-Mu
Sejak dulu…
Kamis, 29 April 2010
merindukan kamu aku merindukan senyuman kamu,aku merindukan ketawa kamu,aku merindukan tangisan kamu,aku merindukan belaian kamu,aku merindukan kemesraan kamu,aku merindukan kenakalan kamu kerana kamu, aku menangis kerana merindui kamu. . .jiwa,hati dan perasaan ini semakin meinginkan kamu disisi. . .semakin meronta-ronta ingin kamu kembali tapi apa daya ku hanya dapat merindui kamu walaupun aku tidak tahu dimana kamu berada. . .hari-hari ku bagaikan tidak sempurna kerana aku merindui kamu kerana aku sangat-sangat mencintai kamu. . .
Kamis, 15 April 2010
Dunia adalah tidur,akherat adalah bangun,di antara keduanya ada kematian. Sementara kita saat ini berada dalam mimpi-mimpi yang kosong. Barangsiapa yang melihat berdasarkan hawa nafsunya tentu ia akan kebingungan dan tersesat.
“Apakah engkau pernah melihat orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya? Dan Allah menyesatkan dia sebab..(mengetahui kejahatan hatinya)...” [ Al-Jatsiyah : 23 ]
Tidak ada satupun umat muslim yang mau disebut menuhankan hawa nafsu. Akan tetapi ketika selalu condong pada kemauan diri, apalagi tidak mengindahkan syariat Islam, apakah namanya ini? Syirik! menduakan Allah! itulah dosa yang tercipta.
Para ma’rifat berkata : “Apabila dalam hatimu muncul dua, maka engkau tidak tahu lagi kebenaran. Maka lihatlah, pikir, mana di antara dua itu yang lebih dekat dengan nafsumu (keinginanmu), maka perangilah.”
Semua manusia memiliki nafsu,yaitu keinginan untuk berbuat jahat. Inilah musuh pertama kita yang menjadi bagian tentara iblis, karena kekuatan setan terletak pada nafsu kita. Jangan beri kesempatan nafsu untuk berkhayal hal-hal kosong yang penuh tipu daya. Ciri khas nafsu ialah merasa enak, lalai, santai atau malas. Dan semua ajakannya bersifat bathil. Andai ada yang menuruti perintahnya, lambat laun akan rusak. Atau lupa tidak memperhitungkannya maka akan hanyut dan sulit sekali menolak keinginannya. Padahal semua itu hanya akan mengajak kita ke neraka.
Nabi SAW bersabda : “Ada tiga hal yang bisa menghancurkan (1) taat pada hawa nafsu (2) mengikuti sifat kikir (3) sombong.”
Nafsu tidak bisa diajak ke arah kebaikan, dia merupakan sumbernya bencana dan itu salah satu simpanan tentara iblis yang akan bermuara pada semuuuuua kejahatan. Tidak ada Zat yang lebih mengetahui kecuali yang menciptakan sendiri, maka bertaqwalah hanya kepada Allah.
Seharusnya orang yang berakal, akan menobati dosa-dosanya di masa lampau dan berpikir yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, menyedikitkan lamunan, mempercepat tobat, meninggalkan yang dilarang, memperbanyak amal sholeh dan bersabar mengekang hawa nafsu. Karena memperturutkan hawa nafsu, akan menjadikan seseorang menyembah bukan lagi pada Allah tetapi pada berhala Nafsu.
Ya Mutakabir..Ya Quddus..
Engkau Maha Memelihara segala yang terjadi,termasuk memelihara kami dari buruknya nafsu kami.
Sesungguhnya kami tidak layak mendapatkan indahnya SurgaMu
Akan tetapi kamipun tak sanggup berdiam di NerakaMu
Jagalah kami senantiasa belajar mengikuti sifat QuddusMu
Agar kami tidak terseret pusaran nafsu yang membawa kami ke dalam panasnya api Neraka. Amin Ya Robbal Alamin..
“Apakah engkau pernah melihat orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai Tuhannya? Dan Allah menyesatkan dia sebab..(mengetahui kejahatan hatinya)...” [ Al-Jatsiyah : 23 ]
Tidak ada satupun umat muslim yang mau disebut menuhankan hawa nafsu. Akan tetapi ketika selalu condong pada kemauan diri, apalagi tidak mengindahkan syariat Islam, apakah namanya ini? Syirik! menduakan Allah! itulah dosa yang tercipta.
Para ma’rifat berkata : “Apabila dalam hatimu muncul dua, maka engkau tidak tahu lagi kebenaran. Maka lihatlah, pikir, mana di antara dua itu yang lebih dekat dengan nafsumu (keinginanmu), maka perangilah.”
Semua manusia memiliki nafsu,yaitu keinginan untuk berbuat jahat. Inilah musuh pertama kita yang menjadi bagian tentara iblis, karena kekuatan setan terletak pada nafsu kita. Jangan beri kesempatan nafsu untuk berkhayal hal-hal kosong yang penuh tipu daya. Ciri khas nafsu ialah merasa enak, lalai, santai atau malas. Dan semua ajakannya bersifat bathil. Andai ada yang menuruti perintahnya, lambat laun akan rusak. Atau lupa tidak memperhitungkannya maka akan hanyut dan sulit sekali menolak keinginannya. Padahal semua itu hanya akan mengajak kita ke neraka.
Nabi SAW bersabda : “Ada tiga hal yang bisa menghancurkan (1) taat pada hawa nafsu (2) mengikuti sifat kikir (3) sombong.”
Nafsu tidak bisa diajak ke arah kebaikan, dia merupakan sumbernya bencana dan itu salah satu simpanan tentara iblis yang akan bermuara pada semuuuuua kejahatan. Tidak ada Zat yang lebih mengetahui kecuali yang menciptakan sendiri, maka bertaqwalah hanya kepada Allah.
Seharusnya orang yang berakal, akan menobati dosa-dosanya di masa lampau dan berpikir yang bisa mendekatkan diri kepada Allah, menyedikitkan lamunan, mempercepat tobat, meninggalkan yang dilarang, memperbanyak amal sholeh dan bersabar mengekang hawa nafsu. Karena memperturutkan hawa nafsu, akan menjadikan seseorang menyembah bukan lagi pada Allah tetapi pada berhala Nafsu.
Ya Mutakabir..Ya Quddus..
Engkau Maha Memelihara segala yang terjadi,termasuk memelihara kami dari buruknya nafsu kami.
Sesungguhnya kami tidak layak mendapatkan indahnya SurgaMu
Akan tetapi kamipun tak sanggup berdiam di NerakaMu
Jagalah kami senantiasa belajar mengikuti sifat QuddusMu
Agar kami tidak terseret pusaran nafsu yang membawa kami ke dalam panasnya api Neraka. Amin Ya Robbal Alamin..
Senin, 12 April 2010
Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu’ aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Dengan wudu’ aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa…
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku…
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah…
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu…pagi-pagi…surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau…..
Sekarang… pagi-pagi sambil minum kopi…engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan…
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan…
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu…aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu…
Setiap saat berlalu…kuranglah jatah umurmu…
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati…
Di kuburmu nanti….
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah “Qur’an” kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu
Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.
Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu…
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu
Sentuhilah aku kembali…
Baca dan pelajari lagi aku….
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu….dulu sekali…
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos…
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri….
Dalam bisu dan sepi….
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Sang Syeikh bercerita…
“Pada masa lalu, seorang faqir pengelana tiba di sebuah oasis di sebuah gurun di barat. Dia seorang Qalandar (Sufi pengembara yang penyendiri) yang berkelana di gurun-gurun Afrika dan Arab selama bertahun-tahun. Dia mencari-cari tempat penyendirian agar bisa mengingat Tuhannya dan merenungi misteri-misteri-Nya. Amal, iman, dan kepasrahannya kepada Tuhan membuatnya dianugerahi kedamaian jiwa. Ketulusan dan ibadahnya di jalan Cinta sangatlah mendalam, sehingga hal-hal gaib tersingkap padanya, dan ia menjadi seorang Wali, Sahabat Allah.
Nah, faqir itu tiba di oasis pada malam hari. Ia segera merebahkan tubuhnya di bawah pohon kurma untuk beristirahat sejenak sebelum menunaikan shalat tahajud. Tapi, tanpa disadari, ada lelaki lain yang juga sedang beristirahat di dekat pohon itu.
“Tapi lelaki itu adalah penjahat tersohor, gembong dari sekelompok penjahat yang dahulu sangat ditakuti orang. Mereka dulu suka merampok kafilah-kafilah pedagang kaya yang bepergian melalui kota-kota di pedalaman. Tapi kekejaman para penjahat itu akhirnya sampai ke telinga sultan, dan karenanya ia memerintah prajuritnya untuk memburu dan membunuh gerombolan perampok itu. Banyak anggota perampok yang tertangkap dan dipancung kepalanya. Yang lainnya meninggalkan gembong penjahat itu. Sebagian lagi mengkhianatinya karena takut dihukum mati seperti kawan-kawannya yang lain.
“Akhirnya, pentolan penjahat itu sendirian. Hartanya ludes semua. Uangnya yang terakhir sudah habis dalam pelarian. Kini ia menjadi buronan nomor wahid. Kepalanya dihargai sangat mahal. Bahkan, mantan kawan-kawannya, kini tak mau lagi menolongnya. Mereka juga takut hasil jarahannya, kini tak mau lagi menolongnya. Mereka juga takut jika kemarahan Sultan menimpa diri mereka. Karena itulah penjahat ini melarikan diri berhari-hari melintasi gurun dan sampai di oasis tersebut dalam keadaan letih dan lapar. Ia duduk di bawah pohon dan merutuki nasibnya yang malang.
“Nah, sekarang aku bertanya kepada kalian, dari dua lelaki itu, mana yang lebih agung dan mana yang lebih rendah? Siapa yang diberkahi Allah dan siapa yang dilaknat-Nya? Jangan, jangan menjawab! Kalian tak akan tahu jawabannya, sebab kalian bukan hakim mereka. Hanya Sang Penciptalah yang berhak menghakimi ciptaan-Nya.
“Tapi, Malaikat Munkar dan Nakir, yang bertugas menanyai orang yang sudah meninggal, melihat keadaan dua orang itu. Kata Malaikat Munkar, “Di sini jelas tampak beda antara emas yang murni dan yang palsu. Dua orang ini sudah bisa dinilai mutu jiwanya, walau mereka belum mati. Allah akan mengangkat lelaki yang saleh dan setan akan menemani lelaki jahat itu.’
“‘Pasti demikian,’ kata Nakir setuju. ‘Emas sejati amatlah langka. Surga amatlah luas, dan neraka penuh api yang menyala-nyala hingga ke dasarnya.’
“Allah mendengar bersitan pikiran kedua malaikat-Nya itu. Dia lalu berbicara kepada hati dua malaikat itu: ‘Kalian telah menghakimi nasib mereka. Namun manusia akan celaka jika Aku menghakimi makhluk-Ku hanya dengan keadilan belaka. Bukankah Aku Maha Pengasih lagi Maha Penyayang? Saksikanlah! Aku akan mengunjungi mereka dalam tidur dan visi mereka, agar kalian tahu kebenaran sejati dari makhluk-Ku.’
“Lalu Allah menidurkan dua orang itu dan mengirimkan mimpi kepada si faqir dan penjahat tersebut. Qalandar yang alim itu bermimpi berada di dalam neraka, bahkan berada di dasar neraka yang paling dalam, dengan nyala api yang paling lebat dan hebat. Sedangkan pentolan penjahat itu berada di surga, berdiri bersama-sama para Wali Allah di hadapan singgasana-Nya.”
Syeikh meletakkan cangklingnya dan meminum tehnya. Matanya mengamati wajah-wajah kami.
“Apakah baik memasukkan orang jahat ke surga?” tanyanya. “Apakah adil memasukkan orang saleh ke neraka?”
Tak ada yang berani menjawab.
“Bagus!” katanya. “Membersihkan hati dari penghakiman akan membuka Jalan Cinta. Dan itulah pelajaran yang diterima oleh Malaikat Munkar dan Nakir.
“Sebab kedua malaikat itu menyaksikan si faqir yang saleh berada di tengah-tengah neraka, dan melihat orang yang sangat baik ini berdiri telanjang dengan api membakar dagingnya. Jeritan jiwa-jiwa yang tersiksa membuat telinganya sakit. Tapi lelaki itu tidak merasakan kesakitan saat api neraka membakarnya, dan ia bahkan tak terkejut ataupun takut. Ia hanya memikirkan Sang Kekasih, dan penderitaan sehebat apa pun tak bisa mengalihkan perhatiannya kepada Allah. Ia lalu duduk diselimuti kobaran api yang panas dan menyesakkan. Dengan suara tenang dan keras Sufi itu mulai berzikir:
“Laa ilaaha illallah! Laa ilaaha illallah!’
“Api itu menyala lebih hebat saat zikirnya menggelegar. Lalu api itu meredup, dan gunung-gunung api di neraka bergetar hebat mendengar zikirnya. Jiwa-jiwa lain yang disiksa di neraka berhenti menjerit dan memasang telinga lebar-lebar, karena nama Allah selama ini tak pernah diucapkan di neraka. Kemudian semua suara lenyap kecuali zikir itu. Lelaki itu terus berzikir sampai dasar dan fondasi neraka berguncang hebat, sedangkan para penghuni lain yang terkutuk di neraka mulai mendapatkan secercah harapan untuk bebas dari azab neraka.
“Neraka itu pasti akan runtuh berkeping-keping jika Iblis tidak muncul dan memohon kepada si faqir untuk menghentikan zikirnya. Tapi lelaki saleh itu terus saja berzikir, sebab ia sudah lama menapaki Jalan Cinta, dan kehendak Sang Kekasih sudah menjadi kehendaknya, entah ia dimasukkan ke dalam surga atau neraka.”
Syeikh berhenti sejenak untuk mencecap tehnya. Ia tak memandang kami sebelum melanjutkan ceritanya.
“Dan bagaimana nasib penjahat itu?” tanyanya setelah gelas tehnya kosong. “Gembong penjahat yang dulu begitu ditakuti, dan kemudian tersia-sia dan menderita kini mendapatkan tempat yang begitu indah.
“Allah juga memperlihatkan keadaan penjahat itu kepada kedua malaikat-Nya. Mereka melihat penjahat itu berdiri dengan jubah panjang, gemetar di tengah-tengah penghuni surga di hadapan singgasana Allah Yang Mahakuasa. Dan Malaikat Jibril berbicara kepada lelaki itu:
“‘Dengan rahmat dan kasih Allah, Penciptamu, perbuatan burukmu telah dimaafkan,’ katanya. ‘Kini masuklah dengan damai.’
“Dan kini, kebenaran memasuki hati si penjahat itu. Ia amat takjub, air mata menetes dari matanya. Lalu ia menyaksikan keagungan dan keindahan Dzat Yang Maha Pengasih. Ia pun tersungkur dan menangis sejadi-jadinya.
“Dan Allah berfirman kepadanya: ‘wahai anak cucu Adam, janganlah takut. Sebab tiada satu pun yang terperosok ke dasar tanpa bisa kuangkat kembali ke permukaan.’
“Penjahat itu tak lagi jeri. Ia berlutut dan bersujud kepada-Nya sembari terus menangis. Air matanya mengalir tiada henti. Ia menyesali hidupnya yang kelam di masa lampau. Air matanya menjadi aliran rahmat yang tak bisa berhenti. Kaki Sang Wali yang tidur di sebelahnya basah oleh air matanya.
“Ia akan terus menangis kalau saja visi yang dihadirkan Allah itu tidak diakhiri. Kedua lelaki itu bangun mendadak. Kemudian sang penjahat melihat si faqir. Ia mendekati faqir itu sambil masih menangis. Si faqir yang mengetahui keadaannya lalu memeluknya. Mereka berdua melakukan shalat dan berdoa bersama sampai fajar mengembang. Akhirnya, penjahat itu menjadi murid si faqir. Demikianlah…
“Sementara itu, Malaikat Munkar dan Nakir, yang baru saja melihat setetes dari rahmat Allah yang tiada habisnya, bersujud di hadapan Tuhan. Mereka malu karena terburu-buru menghakimi. Penilaian Allah berada di luar pemahaman manusia dan malaikat.”
*********
Tak terasa air mata telah meleleri pipi. Tak kuasa menyaksikan ketulusan cinta sang faqir, tidak sembarang manusia yang mampu mencapai tingkatan cinta seperti itu. Keadaan seperti apa pun yang ia hadapi tidak sedikitpun memalingkan hatinya dari mengingat Sang Kekasih. Kehendak Sang Kekasih sudah menjadi kehendaknya. Itulah Cinta Sejati, Cinta Agung yang tak akan pernah terjangkau oleh akal pikiran.
“Pada masa lalu, seorang faqir pengelana tiba di sebuah oasis di sebuah gurun di barat. Dia seorang Qalandar (Sufi pengembara yang penyendiri) yang berkelana di gurun-gurun Afrika dan Arab selama bertahun-tahun. Dia mencari-cari tempat penyendirian agar bisa mengingat Tuhannya dan merenungi misteri-misteri-Nya. Amal, iman, dan kepasrahannya kepada Tuhan membuatnya dianugerahi kedamaian jiwa. Ketulusan dan ibadahnya di jalan Cinta sangatlah mendalam, sehingga hal-hal gaib tersingkap padanya, dan ia menjadi seorang Wali, Sahabat Allah.
Nah, faqir itu tiba di oasis pada malam hari. Ia segera merebahkan tubuhnya di bawah pohon kurma untuk beristirahat sejenak sebelum menunaikan shalat tahajud. Tapi, tanpa disadari, ada lelaki lain yang juga sedang beristirahat di dekat pohon itu.
“Tapi lelaki itu adalah penjahat tersohor, gembong dari sekelompok penjahat yang dahulu sangat ditakuti orang. Mereka dulu suka merampok kafilah-kafilah pedagang kaya yang bepergian melalui kota-kota di pedalaman. Tapi kekejaman para penjahat itu akhirnya sampai ke telinga sultan, dan karenanya ia memerintah prajuritnya untuk memburu dan membunuh gerombolan perampok itu. Banyak anggota perampok yang tertangkap dan dipancung kepalanya. Yang lainnya meninggalkan gembong penjahat itu. Sebagian lagi mengkhianatinya karena takut dihukum mati seperti kawan-kawannya yang lain.
“Akhirnya, pentolan penjahat itu sendirian. Hartanya ludes semua. Uangnya yang terakhir sudah habis dalam pelarian. Kini ia menjadi buronan nomor wahid. Kepalanya dihargai sangat mahal. Bahkan, mantan kawan-kawannya, kini tak mau lagi menolongnya. Mereka juga takut hasil jarahannya, kini tak mau lagi menolongnya. Mereka juga takut jika kemarahan Sultan menimpa diri mereka. Karena itulah penjahat ini melarikan diri berhari-hari melintasi gurun dan sampai di oasis tersebut dalam keadaan letih dan lapar. Ia duduk di bawah pohon dan merutuki nasibnya yang malang.
“Nah, sekarang aku bertanya kepada kalian, dari dua lelaki itu, mana yang lebih agung dan mana yang lebih rendah? Siapa yang diberkahi Allah dan siapa yang dilaknat-Nya? Jangan, jangan menjawab! Kalian tak akan tahu jawabannya, sebab kalian bukan hakim mereka. Hanya Sang Penciptalah yang berhak menghakimi ciptaan-Nya.
“Tapi, Malaikat Munkar dan Nakir, yang bertugas menanyai orang yang sudah meninggal, melihat keadaan dua orang itu. Kata Malaikat Munkar, “Di sini jelas tampak beda antara emas yang murni dan yang palsu. Dua orang ini sudah bisa dinilai mutu jiwanya, walau mereka belum mati. Allah akan mengangkat lelaki yang saleh dan setan akan menemani lelaki jahat itu.’
“‘Pasti demikian,’ kata Nakir setuju. ‘Emas sejati amatlah langka. Surga amatlah luas, dan neraka penuh api yang menyala-nyala hingga ke dasarnya.’
“Allah mendengar bersitan pikiran kedua malaikat-Nya itu. Dia lalu berbicara kepada hati dua malaikat itu: ‘Kalian telah menghakimi nasib mereka. Namun manusia akan celaka jika Aku menghakimi makhluk-Ku hanya dengan keadilan belaka. Bukankah Aku Maha Pengasih lagi Maha Penyayang? Saksikanlah! Aku akan mengunjungi mereka dalam tidur dan visi mereka, agar kalian tahu kebenaran sejati dari makhluk-Ku.’
“Lalu Allah menidurkan dua orang itu dan mengirimkan mimpi kepada si faqir dan penjahat tersebut. Qalandar yang alim itu bermimpi berada di dalam neraka, bahkan berada di dasar neraka yang paling dalam, dengan nyala api yang paling lebat dan hebat. Sedangkan pentolan penjahat itu berada di surga, berdiri bersama-sama para Wali Allah di hadapan singgasana-Nya.”
Syeikh meletakkan cangklingnya dan meminum tehnya. Matanya mengamati wajah-wajah kami.
“Apakah baik memasukkan orang jahat ke surga?” tanyanya. “Apakah adil memasukkan orang saleh ke neraka?”
Tak ada yang berani menjawab.
“Bagus!” katanya. “Membersihkan hati dari penghakiman akan membuka Jalan Cinta. Dan itulah pelajaran yang diterima oleh Malaikat Munkar dan Nakir.
“Sebab kedua malaikat itu menyaksikan si faqir yang saleh berada di tengah-tengah neraka, dan melihat orang yang sangat baik ini berdiri telanjang dengan api membakar dagingnya. Jeritan jiwa-jiwa yang tersiksa membuat telinganya sakit. Tapi lelaki itu tidak merasakan kesakitan saat api neraka membakarnya, dan ia bahkan tak terkejut ataupun takut. Ia hanya memikirkan Sang Kekasih, dan penderitaan sehebat apa pun tak bisa mengalihkan perhatiannya kepada Allah. Ia lalu duduk diselimuti kobaran api yang panas dan menyesakkan. Dengan suara tenang dan keras Sufi itu mulai berzikir:
“Laa ilaaha illallah! Laa ilaaha illallah!’
“Api itu menyala lebih hebat saat zikirnya menggelegar. Lalu api itu meredup, dan gunung-gunung api di neraka bergetar hebat mendengar zikirnya. Jiwa-jiwa lain yang disiksa di neraka berhenti menjerit dan memasang telinga lebar-lebar, karena nama Allah selama ini tak pernah diucapkan di neraka. Kemudian semua suara lenyap kecuali zikir itu. Lelaki itu terus berzikir sampai dasar dan fondasi neraka berguncang hebat, sedangkan para penghuni lain yang terkutuk di neraka mulai mendapatkan secercah harapan untuk bebas dari azab neraka.
“Neraka itu pasti akan runtuh berkeping-keping jika Iblis tidak muncul dan memohon kepada si faqir untuk menghentikan zikirnya. Tapi lelaki saleh itu terus saja berzikir, sebab ia sudah lama menapaki Jalan Cinta, dan kehendak Sang Kekasih sudah menjadi kehendaknya, entah ia dimasukkan ke dalam surga atau neraka.”
Syeikh berhenti sejenak untuk mencecap tehnya. Ia tak memandang kami sebelum melanjutkan ceritanya.
“Dan bagaimana nasib penjahat itu?” tanyanya setelah gelas tehnya kosong. “Gembong penjahat yang dulu begitu ditakuti, dan kemudian tersia-sia dan menderita kini mendapatkan tempat yang begitu indah.
“Allah juga memperlihatkan keadaan penjahat itu kepada kedua malaikat-Nya. Mereka melihat penjahat itu berdiri dengan jubah panjang, gemetar di tengah-tengah penghuni surga di hadapan singgasana Allah Yang Mahakuasa. Dan Malaikat Jibril berbicara kepada lelaki itu:
“‘Dengan rahmat dan kasih Allah, Penciptamu, perbuatan burukmu telah dimaafkan,’ katanya. ‘Kini masuklah dengan damai.’
“Dan kini, kebenaran memasuki hati si penjahat itu. Ia amat takjub, air mata menetes dari matanya. Lalu ia menyaksikan keagungan dan keindahan Dzat Yang Maha Pengasih. Ia pun tersungkur dan menangis sejadi-jadinya.
“Dan Allah berfirman kepadanya: ‘wahai anak cucu Adam, janganlah takut. Sebab tiada satu pun yang terperosok ke dasar tanpa bisa kuangkat kembali ke permukaan.’
“Penjahat itu tak lagi jeri. Ia berlutut dan bersujud kepada-Nya sembari terus menangis. Air matanya mengalir tiada henti. Ia menyesali hidupnya yang kelam di masa lampau. Air matanya menjadi aliran rahmat yang tak bisa berhenti. Kaki Sang Wali yang tidur di sebelahnya basah oleh air matanya.
“Ia akan terus menangis kalau saja visi yang dihadirkan Allah itu tidak diakhiri. Kedua lelaki itu bangun mendadak. Kemudian sang penjahat melihat si faqir. Ia mendekati faqir itu sambil masih menangis. Si faqir yang mengetahui keadaannya lalu memeluknya. Mereka berdua melakukan shalat dan berdoa bersama sampai fajar mengembang. Akhirnya, penjahat itu menjadi murid si faqir. Demikianlah…
“Sementara itu, Malaikat Munkar dan Nakir, yang baru saja melihat setetes dari rahmat Allah yang tiada habisnya, bersujud di hadapan Tuhan. Mereka malu karena terburu-buru menghakimi. Penilaian Allah berada di luar pemahaman manusia dan malaikat.”
*********
Tak terasa air mata telah meleleri pipi. Tak kuasa menyaksikan ketulusan cinta sang faqir, tidak sembarang manusia yang mampu mencapai tingkatan cinta seperti itu. Keadaan seperti apa pun yang ia hadapi tidak sedikitpun memalingkan hatinya dari mengingat Sang Kekasih. Kehendak Sang Kekasih sudah menjadi kehendaknya. Itulah Cinta Sejati, Cinta Agung yang tak akan pernah terjangkau oleh akal pikiran.
Memang sebaiknya kita beribadah bukan karena semata-mata syurga dan neraka. Tapi apa hikmah nya Allah jadikan juga syurga dan neraka? Karena itu adalah satu cara Allah mendidik manusia. Supaya manusia takut berbuat dosa dan berkorban habis-habisan agar mendapat ganjaran yang berlipat ganda di akhirat nanti, semata-mata karena Allah SWT.
Tidaklah salah apabila kita takut akan azab Allah, takut akan dosa-dosa kita, merindui syurga yang Allah janjikan kepada hamba-hamba yang cinta dan takut kepada-Nya. Berita-gembira (Tabsyir) dan Kabar yang menakutkan (Tanzir) adalah cara mendidik manusia.
Contoh Kabar gembira:
Firman Allah Maksudnya: “Ada pun orang-orang yang beriman dan beramal soleh, bagi mereka Syurga Makwa sebagai anugerah atas apa yang mereka kerjakan.” (As Sajadah: 19)
Contoh Kabar yang menakutkan:
Firman Allah Maksudnya: “Adapun orang-orang yang fasik maka tempat kembali mereka adalah Neraka. Setiap kali mereka mahu keluar darinya, mereka dikembalikan ke dalamnya, lalu dikatakan kepada mereka: Rasakanlah azab Neraka yang dahulu kamu dustakan di dunia.” (As Sajadah: 20)
Sayidina Umar bin Khattab pernah berkata: “Jika hanya ada satu orang saja yang masuk neraka, maka akulah orangnya”. Ini menunjukkan rasa takut Sayidina Umar akan azab Allah di hari akhirat nanti boleh membuatnya kuat beribadah dengan ALLAH SWT. Wallahualam
Tidaklah salah apabila kita takut akan azab Allah, takut akan dosa-dosa kita, merindui syurga yang Allah janjikan kepada hamba-hamba yang cinta dan takut kepada-Nya. Berita-gembira (Tabsyir) dan Kabar yang menakutkan (Tanzir) adalah cara mendidik manusia.
Contoh Kabar gembira:
Firman Allah Maksudnya: “Ada pun orang-orang yang beriman dan beramal soleh, bagi mereka Syurga Makwa sebagai anugerah atas apa yang mereka kerjakan.” (As Sajadah: 19)
Contoh Kabar yang menakutkan:
Firman Allah Maksudnya: “Adapun orang-orang yang fasik maka tempat kembali mereka adalah Neraka. Setiap kali mereka mahu keluar darinya, mereka dikembalikan ke dalamnya, lalu dikatakan kepada mereka: Rasakanlah azab Neraka yang dahulu kamu dustakan di dunia.” (As Sajadah: 20)
Sayidina Umar bin Khattab pernah berkata: “Jika hanya ada satu orang saja yang masuk neraka, maka akulah orangnya”. Ini menunjukkan rasa takut Sayidina Umar akan azab Allah di hari akhirat nanti boleh membuatnya kuat beribadah dengan ALLAH SWT. Wallahualam
apakah orientasi hidup, ibadah dan amal kita hanya untuk mengejar surga atau neraka?..
mudah mudahan tidak, orientasi kita sebaiknya untuk mencari ridlo allah swt. dan berbuat sebaik baiknya menurut alquran dan hadist.
kenapa demikian?, karena apa yang kita bayangkan tentang surga dan neraka adalah menurut akal kita, logika pemikiran kita. padahal surga dan neraka jauh diluar nalar kita. seperti kita waktu masih dalam alam kandungan, apakah kita membayangkan akan hidup didunia seperti ini? dan apakah kita juga inget apa yang terjadi selama didalam alam kandungan.
berikut adalah penalaran menurut logika saya :
didalam kehidupan setalah mati, kita berada dalam alam arwah, bukan jasad, maka dari itu kita tidak memerlukan lagi yang namanya makan, minum, pakaian, dan segala kebutuhan yang ada didunia, termasuk nafsu dan amarah. karena kita telah meninggalkan jasad kita di alam kubur dan kita tidak memerlukan energi untuk bergerak dan berjalan. didalam surga digambarkan mengalir sungai sungai dengan air susu, emang bisa dibenarkan karena allah maha kuasa, apapun bisa disediakan oleh allah swt. bisa terjadi, tetapi kita sudah tidak membutuhkannya lagi, auranya udah lain, bukan nafsu lagi. kita dilayani oleh bidadari bidadari yang selalu perawan, sekali lagi kita kan udah gak punya nafsu lagi, gak ada jasad dan tidak bisa berbuat apa apa disana ( alias jangan ngeres bila membaca terjemahan seperti diatas). disediakan minuman minuman yang belum pernah ada di bumi, ingat; kita kan udah ddalam alam arwah, kita tidak perlu lagi memenuhi segala keserakahan kita akan makanan minuman yang mewah, yang mahal, yang paling enak. insya allah semua kan terasa hambar. bagaimana bentuk kaki kita, kepala kita, mata kita, tangan dan segala isi perut ini, waallahu alam .
dan kegiatan yang paling baik didalam surga adalah untuk beribadah kepada allah swt. berdzikir, pertemuan dengan sang pencipta.
untuk itu marilah kita sebagai sesama muslim untuk saling mengajak beribadah tidak semata untuk mengejar surga, tetapi untuk mencari ridlo allah swt.
kondisi neraka akan lebih terlihat nyata, seperti halnya pertemuan dengan setan, setan masih bisa merasakan panas, sakit, masih bisa teriak minta ampunan ketika dibacakan ayat ayat allah. dihari pembalasan tentunya tidak akan sama dengan ilustrasi ilustrasi yang ada dalam gambar gambar komik, tetapi bisa lebih parah dari itu kondisinya, bisa dibayangkan sendiri.
akankah kita menjadi pengikut setan?
masihkah kita beribadah karena ditakut takuti keadaan neraka ?,
subhanallah……..
allahu akbar..allahu akbar… allahu akbar.
mudah mudahan tidak, orientasi kita sebaiknya untuk mencari ridlo allah swt. dan berbuat sebaik baiknya menurut alquran dan hadist.
kenapa demikian?, karena apa yang kita bayangkan tentang surga dan neraka adalah menurut akal kita, logika pemikiran kita. padahal surga dan neraka jauh diluar nalar kita. seperti kita waktu masih dalam alam kandungan, apakah kita membayangkan akan hidup didunia seperti ini? dan apakah kita juga inget apa yang terjadi selama didalam alam kandungan.
berikut adalah penalaran menurut logika saya :
didalam kehidupan setalah mati, kita berada dalam alam arwah, bukan jasad, maka dari itu kita tidak memerlukan lagi yang namanya makan, minum, pakaian, dan segala kebutuhan yang ada didunia, termasuk nafsu dan amarah. karena kita telah meninggalkan jasad kita di alam kubur dan kita tidak memerlukan energi untuk bergerak dan berjalan. didalam surga digambarkan mengalir sungai sungai dengan air susu, emang bisa dibenarkan karena allah maha kuasa, apapun bisa disediakan oleh allah swt. bisa terjadi, tetapi kita sudah tidak membutuhkannya lagi, auranya udah lain, bukan nafsu lagi. kita dilayani oleh bidadari bidadari yang selalu perawan, sekali lagi kita kan udah gak punya nafsu lagi, gak ada jasad dan tidak bisa berbuat apa apa disana ( alias jangan ngeres bila membaca terjemahan seperti diatas). disediakan minuman minuman yang belum pernah ada di bumi, ingat; kita kan udah ddalam alam arwah, kita tidak perlu lagi memenuhi segala keserakahan kita akan makanan minuman yang mewah, yang mahal, yang paling enak. insya allah semua kan terasa hambar. bagaimana bentuk kaki kita, kepala kita, mata kita, tangan dan segala isi perut ini, waallahu alam .
dan kegiatan yang paling baik didalam surga adalah untuk beribadah kepada allah swt. berdzikir, pertemuan dengan sang pencipta.
untuk itu marilah kita sebagai sesama muslim untuk saling mengajak beribadah tidak semata untuk mengejar surga, tetapi untuk mencari ridlo allah swt.
kondisi neraka akan lebih terlihat nyata, seperti halnya pertemuan dengan setan, setan masih bisa merasakan panas, sakit, masih bisa teriak minta ampunan ketika dibacakan ayat ayat allah. dihari pembalasan tentunya tidak akan sama dengan ilustrasi ilustrasi yang ada dalam gambar gambar komik, tetapi bisa lebih parah dari itu kondisinya, bisa dibayangkan sendiri.
akankah kita menjadi pengikut setan?
masihkah kita beribadah karena ditakut takuti keadaan neraka ?,
subhanallah……..
allahu akbar..allahu akbar… allahu akbar.
Rabu, 07 April 2010
Ya Allah,
Aku bersyukur pada-Mu
Bersyukur atas nikmat yang Kau berikan padaku
Kau pelihara diriku,imanku dan agamaku
Ketika diriku sedang leka dengan dosa pada-Mu
Ketika diriku leka dengan keindahan yang sementara itu
Ya Allah
Aku hanyalah hamba-Mu
Hamba yang senantiasa menzalimi diri
Hamba yang kufur pada nikmat-Mu
Hamba yang mengikut hawa nafsu
Ya Allah
Aku mohon pada-Mu
Kembalikanlah kemanisan iman dalam diriku
Kemanisan yang pernah Kau berikan padaku
Kemanisan yang telah Engkau ambil dariku
Atas kejahilanku yang berulang kali kulakukan
Ya Allah
Yang Maha Pengasih,Maha Penyayang
Lindungilah aku,payungilah aku dengan sayap para malaikat-Mu
Peliharalah pandanganku Ya Allah
Peliharalah hatiku Ya Rabbi
Peliharalah diriku Ya Rahim
Ya Allah
Penuhilah hatiku dengan cinta dan rindu
Cinta dan rindu pada-Mu dan Rasul-Mu
Cinta dan rindu pada bisikan kalam-Mu
Cinta dan rindu pada kematian
Ya Allah
Andai aku ditakdirkan mati
Matikanlah aku dalam iman
Matikanlah aku dalam Islam
Matikanlah aku ketika aku bersujud pada-Mu
Dan matikanlah aku di dalam rumah-Mu
Ya Allah
Terimalah taubatku ini
Kerana aku
Aku takut dengan azab-Mu
Aku takut dengan panasnya api neraka-Mu
Mana mungkin dapat aku menahan sakitnya azab-Mu
Aku takut Ya Allah
Aku bersyukur pada-Mu
Bersyukur atas nikmat yang Kau berikan padaku
Kau pelihara diriku,imanku dan agamaku
Ketika diriku sedang leka dengan dosa pada-Mu
Ketika diriku leka dengan keindahan yang sementara itu
Ya Allah
Aku hanyalah hamba-Mu
Hamba yang senantiasa menzalimi diri
Hamba yang kufur pada nikmat-Mu
Hamba yang mengikut hawa nafsu
Ya Allah
Aku mohon pada-Mu
Kembalikanlah kemanisan iman dalam diriku
Kemanisan yang pernah Kau berikan padaku
Kemanisan yang telah Engkau ambil dariku
Atas kejahilanku yang berulang kali kulakukan
Ya Allah
Yang Maha Pengasih,Maha Penyayang
Lindungilah aku,payungilah aku dengan sayap para malaikat-Mu
Peliharalah pandanganku Ya Allah
Peliharalah hatiku Ya Rabbi
Peliharalah diriku Ya Rahim
Ya Allah
Penuhilah hatiku dengan cinta dan rindu
Cinta dan rindu pada-Mu dan Rasul-Mu
Cinta dan rindu pada bisikan kalam-Mu
Cinta dan rindu pada kematian
Ya Allah
Andai aku ditakdirkan mati
Matikanlah aku dalam iman
Matikanlah aku dalam Islam
Matikanlah aku ketika aku bersujud pada-Mu
Dan matikanlah aku di dalam rumah-Mu
Ya Allah
Terimalah taubatku ini
Kerana aku
Aku takut dengan azab-Mu
Aku takut dengan panasnya api neraka-Mu
Mana mungkin dapat aku menahan sakitnya azab-Mu
Aku takut Ya Allah
Selasa, 06 April 2010
Kebesaran Mu bersayap
Aku terbang meninggalkan kefanaan
Tak ada penghormatan paling indah
Selain mengenang nama-nama Mu,
Menyerahkan kepasrahan
Menyerahkan apa yang tak kumiliki
Engkau terus kusebut
Dengan ucap paling lirih
Paling dalam
Kebesaran Mu bersayap
Suci
Jika aku pohon
Tak pantas kupanjangkan akarku
Juga menggugurkan daunku
Sebab dalam batangku
Getah Mu menyatukan pedih dan gembira
Dan sungguh aku tak pantas
Jasadku adalah Kau dan Kunfayakun Mu
Inilah aku
Ayat-ayat Mu
Hidup sebagai permainan Mu yang teramat cantik
Kebesaranku tersisa di bulu sayap Kebesaran Mu
Aku terbang meninggalkan kefanaan
Tak ada penghormatan paling indah
Selain mengenang nama-nama Mu,
Menyerahkan kepasrahan
Menyerahkan apa yang tak kumiliki
Engkau terus kusebut
Dengan ucap paling lirih
Paling dalam
Kebesaran Mu bersayap
Suci
Jika aku pohon
Tak pantas kupanjangkan akarku
Juga menggugurkan daunku
Sebab dalam batangku
Getah Mu menyatukan pedih dan gembira
Dan sungguh aku tak pantas
Jasadku adalah Kau dan Kunfayakun Mu
Inilah aku
Ayat-ayat Mu
Hidup sebagai permainan Mu yang teramat cantik
Kebesaranku tersisa di bulu sayap Kebesaran Mu
@ Sepertiga Malam
-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-
SEPERTIGA MALAM
Kepada siapa hendak kuceritakan
Bahwa aku rindu ayat-ayat Tuhan
Beratus jejak berkarat terkubur debu
Merasuk dalam nurani beku
Entah pada catatan harian
Atau berbait-bait sajak
Aku ingin menulis dosa
Bahwa hidup tak sekedar tangisan tanpa suara
''sebab neraka tak dingin oleh airmata''
SAJAK MENJELANG JAM TIGA PAGI
Mungkin cuma sajak yang bisa tertulis
Ketika hati tak bergetar lagi
Mendengar ayat-ayat Tuhan
Langkah kaki setelah mencium tangan ibu
Tercatat dalam sejarah kelam
aku terseok
Tergeragap mengeja zaman
Meradang
Sebelum akhirnya menggelepar di atas lantai tanpa sajadah
Sia-sia menyulam sesal
Kepada siapa hendak kuceritakan
Bahwa aku rindu ayat-ayat Tuhan
Beratus jejak berkarat terkubur debu
Merasuk dalam nurani beku
Entah pada catatan harian
Atau berbait-bait sajak
Aku ingin menulis dosa
Bahwa hidup tak sekedar tangisan tanpa suara
''sebab neraka tak dingin oleh airmata''
SAJAK MENJELANG JAM TIGA PAGI
Mungkin cuma sajak yang bisa tertulis
Ketika hati tak bergetar lagi
Mendengar ayat-ayat Tuhan
Langkah kaki setelah mencium tangan ibu
Tercatat dalam sejarah kelam
aku terseok
Tergeragap mengeja zaman
Meradang
Sebelum akhirnya menggelepar di atas lantai tanpa sajadah
Sia-sia menyulam sesal
Kamis, 01 April 2010
Hujan...
hanyalah sekumpulan titik air yang runtuh dari hamparan lagit suram...
Hujan...
indahkan hari nan sunyi di saat sepi
Hujan...
aliran lembut yang bergemuruh berikan kesejukan...
Hujan,,,
disana kuberdo'a
harapkan segalanya 'kan di ijabah Allah,,,
Harapkan apa yang telah kutahu adalah jawaban rahasia-Nya...
Hujan,,,
hanyalah sekumpulan titik air yang runtuh dari hamparan lagit suram...
Hujan...
indahkan hari nan sunyi di saat sepi
Hujan...
aliran lembut yang bergemuruh berikan kesejukan...
Hujan,,,
di
harapkan segalanya '
Harapkan apa yang telah kutahu adalah jawaban rahasia-Nya...
Hujan,,,
Selasa, 30 Maret 2010
Aku berjalan dalm cinta ini untuk mengenal sang mahacinta
Cinta engkau tkkan kukatakan tpi kau kan kubuktikan dalam ribuan jalan cahaya ini
jagalah cinta niscaya engkau akan dicintai sang mahacinta
bencilah kemunafikan cinta niscaya hatimu akan selembut mentega
rinduknlah cinta niscaya engkau akan dirindukan surga
jngan katakan cinta pada selain sang mahacinta niscaya engkau akan dapat semua cinta
jngan sakiti cintA niscaya engkau akan berjlaan dalam mazhab cinta
jangan perna mecela cinta niscaya engkau akan menjadi sang penyair cinta
jagalh ia dalam pelukan cinta tpi jangan nodai dia dlam nafsu,karena cinta tampa nafsu dan akalmu
tunggulah cinta dalam syair doamu niscaya engkau akan menjadi walinya
jangan jauhi cinta karena engkau takkan bernafas tamap cinta
jadikanlah smua yng kau lihat adlah cinta
(al-faqir amal mehdy akbar)
syukran buat semua commentnya
salam dri bidadari syurga buat engkau yng sabar dalm cinta
Cinta engkau tkkan kukatakan tpi kau kan kubuktikan dalam ribuan jalan cahaya ini
jagalah cinta niscaya engkau akan dicintai sang mahacinta
bencilah kemunafikan cinta niscaya hatimu akan selembut mentega
rinduknlah cinta niscaya engkau akan dirindukan surga
jngan katakan cinta pada selain sang mahacinta niscaya engkau akan dapat semua cinta
jngan sakiti cintA niscaya engkau akan berjlaan dalam mazhab cinta
jangan perna mecela cinta niscaya engkau akan menjadi sang penyair cinta
jagalh ia dalam pelukan cinta tpi jangan nodai dia dlam nafsu,karena cinta tampa nafsu dan akalmu
tunggulah cinta dalam syair doamu niscaya engkau akan menjadi walinya
jangan jauhi cinta karena engkau takkan bernafas tamap cinta
jadikanlah smua yng kau lihat adlah cinta
(al-faqir amal mehdy akbar)
syukran buat semua commentnya
salam dri bidadari syurga buat engkau yng sabar dalm cinta
Ya Rabb ...
bingkai kehidupan itu macam-macam rupanya,,,
sejenis namun banyak warnanya ...
ia adalah suatu kepastian yang Kau berikan tuk setiap hamba-MU ..
Rabb,,, satu lembaran baru telah Kau tuliskan lagi di diary hatiku ...
satu hal yang kunanti namun tak pernah siap kuhadapi ...
namun ya Rabb,, telah Kau berikan itu di waktu yang tepat,,,
di saat sinaran Baru telah meneylinap di detik-detik kegelapan yang meleburkan hati ini ...
karenanya ku masih mampu tersnyum...
tapi apakah layak,, disaat pintu halal itu masih tertutup???
Rabb,,, jika memang ia sinaran itu,,, jawablah segera tanda tanya besar itu,,
agar tak berlama-lama hati ini menduga dan mendosa karena selalu fikirkannya ...
Astaghfirullahaladzim ...
bingkai kehidupan itu macam-macam rupanya,,,
sejenis namun banyak warnanya ...
ia adalah suatu kepastian yang Kau berikan tuk setiap hamba-MU ..
Rabb,,, satu lembaran baru telah Kau tuliskan lagi di diary hatiku ...
satu hal yang kunanti namun tak pernah siap kuhadapi ...
namun ya Rabb,, telah Kau berikan itu di waktu yang tepat,,,
di saat sinaran Baru telah meneylinap di detik-detik kegelapan yang meleburkan hati ini ...
karenanya ku masih mampu tersnyum...
tapi apakah layak,, disaat pintu halal itu masih tertutup???
Rabb,,, jika memang ia sinaran itu,,, jawablah segera tanda tanya besar itu,,
agar tak berlama-lama hati ini menduga dan mendosa karena selalu fikirkannya ...
Astaghfirullahaladzim ...
Disaksikan senja di ujung cakrawala..
Ditemani angkuhnya bangunan metropolitan,
aku tersungkur tak berdaya..
Aku tak menyerah,
hanya ku merasa lelah..
Aku yang terlampau lemah,
atau kemalasan saja yg mengalahkannya??
Aku sadar, tak pantas aku menyerah dan berputus asa..
Ya Allah..
Jangan biarkan diri ini mjd orang yang lemah dan berputus asa..
Ditemani angkuhnya bangunan metropolitan,
aku tersungkur tak berdaya..
Aku tak menyerah,
hanya ku merasa lelah..
Aku yang terlampau lemah,
atau kemalasan saja yg mengalahkannya??
Aku sadar, tak pantas aku menyerah dan berputus asa..
Ya Allah..
Jangan biarkan diri ini mjd orang yang lemah dan berputus asa..
Jumat, 26 Maret 2010
Aku memandang nyalang, pada manusia lalu lalang
Kulihat, tanpa sedikitpun segan, mereka menggamitkan jemari tangan
Kata cinta menguar di angkasa, menghayutkan gemawan mega
Mangaburkan keindahan bintang gemintang, panji dan agungnya bentara
Namun di sini, berdiri aku dalam keraguan
Tak mengerti dan terus bertanya :
Apakah segalon cinta lebih manis ketimbang sececap cita?
Dan apakah bahagia terwujudi harus dengan dimiliki?
Dan apakah seorang pangeran hanya dapat menjadi raja,
Pabila mempersandingkan permaisuri di sisinya?
Dan tanya itu menggiringku masuk ke dalam labirin tua
Lorong pekat penuh lembap yang dindingnya berkeropeng dusta
Penuh tipu daya, tiap simpangannya menyesatkan pengelana
Aku ikuti setitik cahya, dan kulihat jawab di ujungnya
Aku bertanya lantang, “Wahai, apakah itu cinta?”
Kulihat sepasang muda-mudi bergelayutan mesra
Sang gadis tertawa mengikik, sang pemuda menggeliat laknat
Sahutnya, cinta adalah hari ini
Yang tergantikan segera oleh hari esok
Dia adalah kesenangan yang berkelindan selalu
Birahi yang terpuaskan, nikmat yang berseliweran
Aku tercenung, dan terus termenung
Jika cinta adalah pesta pora, lalu apa arti cerita Majnun
Cinta baginya adalah kisaran derita
Tetapi Majnun hanya tahu itu cinta, walau dia buta
Oh, betapa takdir cintanya berakhir nestapa
Aku berpaling dari mereka yang mencemooh nakal
Lalu aku pergi menuju ujung lain lorong teka-teki
Kuikuti suara-suara merdu, tawa, dan musik syahdu
Walau gelap pekat, suara itu menuntunku pasti
Dan akhirnya kulihat panggung megah berdiri kokoh
Dipenuhi penyair dan pujangga sepanjang masa
Dadaku serasa bergolak, aku menyeruak dan berteriak, “Wahai apakah itu cinta?”
Seorang pujangga menoleh, berdiri, dan menjawab panggilanku lalu mulai bersyair,
Cinta adalah roman tanpa batas
Inspirasi yang takkan mati; Api yang takkan padam
Yang geloranya membuatmu remuk redam
Tapi, bagai kecanduan, kau akan terus menyesapnya
Membuatmu merasa terbang menuju menuju mentari yang menyala perkasa
Sekali lagi, keraguan menyelinap dan membisik
Mestikah begitu, sebab kulihat nyala sangat redup
Menyambangi jalinan pernikahan yang suci
Gairah sejoli telah berakhir, tapi tidak memupus ikatannya
Tapi mereka masih menyebutnya cinta
Walau madunya telah habis, Sang kumbang masih hinggap di atas kembang
Aku melengos tak puas, dan berjalan tak tahu ke mana
Kususuri lorong berliku, begitu panjang jalanan, begitu terjal undakan
Dan pada satu tangganya, kulihat seorang pengemis renta mengharap derma
Dia berkata, “berikanlah milikmu yang terbaik, dan kusampaikan kebijaksanaanku”
Aku sebenarnya tak ingin percaya, tapi kakiku terlalu letih mencari jawab
Kuulurkan sebongkah batu mirah sembari bertanya, “Wahai, apakah itu cinta?”
Si pengemis diam dalam takzim, dan menjawab,
Cinta adalah menghamba tanpa bertanya
Ketaatan tanpa memerlukan jawaban
Kau memuja, dan menjadikan dirimu budak dengan sukarela
Kata-kata cinta adalah perintah yang tiada terbantah
Aku terpekur dan tak henti berpikir
Jika cinta merupakan penghambaan, lalu apa arti cinta Ilahi?
Dia yang menurunkan hujan, dan lebih agung dari apapun jua
Dia yang memberikan rizki kepada orang paling durjana sekalipun
Dia yang mencintai makhluk-Nya, dan tak memerlukan apapun dari makhluk-Nya
Aku merasa rugi atas permata yang terbuang percuma
Ini bukanlah kebijaksanaan; melainkan kedunguan!
Cinta si pengemis selamanya menjadikan dirinya pengemis
Yang mengiba, meminta, dan mengharap sejumput kasih
Jika ini dinamakan cinta, maka terkutuklah kata cinta!
Aku muak atas pencarian ini, lalu memutuskan keluar
Labirin tua tak lagi mengurungku, dan bau laut seakan memanggilku
Ini adalah aroma kebebasan yang menarik para pemberani
Dan seperti cerita lama, aku berlayar menuju samudera berombak, –sendiri
Angin kencang membantu lajuku, dan kapalku menuju horizon di tapal batas
Mencari dunia baru untuk ditaklukkan
Di ujung dek aku berteriak penuh kegembiraan
Walau kegembiraan itu kadang dibayar oleh rasa hampa di tengah lautan
Oh, tahun-tahun berselang; musim-musim berganti datang
Waktu-penuh-kenangan yang berkandung duka dan suka
Namun, pada suatu hari yang mengejutkan
Badai datang menenggelamkan apa yang tersisa
Aku lihat puing-puing yang karam, dan onggokan
Sementara aku hanyut ditemani tongkang yang terombang-ambing
Entah mengantarkanku ke mana
Di suatu tempat, saat aku membuka mataku
Aku rasai pasir lembut yang harum baunya
Dan riak ombak bermain-main di sekujur tubuhku
Apakah ini tanah orang- orang mati, ataukah aku masih hidup?
Oh, betapa hausnya aku…seteguk air akan mengobatiku
Dan, aku lihat sesosok datang mendekat
Sorot matanya menatapku lekat
Lalu menuangkan seteguk air pada bibirku yang kekeringan sangat
Pandanganku terasa kabur, dan dunia terasa berputar begitu cepat
Aku berharap dia adalah malaikat tak bersayap yang memberikan jawab
Aku merasa maut sebentar lagi menjemput,
Jadi tak ada salahnya bertanya, toh rasa malu akan terbawa lalu
Setelah sekian lama, sekali lagi aku bertanya, “Wahai, apakah itu cinta?”
Dia termangu,dan hanya tersenyum
Untuk menenangkan jiwaku yang sekarat, dia menatapku lembut
Dan kata-kata bagai menetes dari mulutnya
Kata-kata serasa madu yang manisnya teringat selalu, Jawabnya :
Cinta bukanlah benda untuk dimiliki
Tetapi tindakan untuk diperjuangkan
Cinta adalah kebaikan tanpa imbalan
Pernahkah mentari bertanya padamu atas sinarnya yang terang
Dan pernahkah pepohonan meminta jawaban atas keteduhannya
Jika kau memberikan segelas air pada orang asing,
Dan dia tak berhutang padamu apapun
Itulah cinta.
Bagaikan petani, kau menanam benihnya
Lalu orang lain memakan buahnya, menghilangkan rasa laparnya
Tetap ingatlah, cinta adalah pilihan hatimu
Bukan keterpaksaan dari rasa takut
Sebab cinta tidak pernah membuatmu merasa kehilangan
Dia terus membuat hatimu merasa kaya
Namun, sungguh dunia telah tercerai berai,
Dan manusia menjadi tersesat oleh makna cinta
Tergelincir keserakahan, cinta menjadi memabukkan
Untuk memiliki, bukannya memberikan
Untuk menguasai, bukannya mengasihi
Jika cinta tinggallah nafsu diri belaka
Yang tersisa hanyalah kerusakan semata
Tiada peduli sesama; Semuanya mengagungkan diri jua
Orang menamakannya cinta; tapi itu hanyalah dusta
Hari itu, aku tahu
Bahwa perjalananku bukannya berakhir,
Tetapi baru saja dimulai
Lalu aku mengatup mata
Dan mulai mendoa
Untuk satu pilihan kata di hati.
Kulihat, tanpa sedikitpun segan, mereka menggamitkan jemari tangan
Kata cinta menguar di angkasa, menghayutkan gemawan mega
Mangaburkan keindahan bintang gemintang, panji dan agungnya bentara
Namun di sini, berdiri aku dalam keraguan
Tak mengerti dan terus bertanya :
Apakah segalon cinta lebih manis ketimbang sececap cita?
Dan apakah bahagia terwujudi harus dengan dimiliki?
Dan apakah seorang pangeran hanya dapat menjadi raja,
Pabila mempersandingkan permaisuri di sisinya?
Dan tanya itu menggiringku masuk ke dalam labirin tua
Lorong pekat penuh lembap yang dindingnya berkeropeng dusta
Penuh tipu daya, tiap simpangannya menyesatkan pengelana
Aku ikuti setitik cahya, dan kulihat jawab di ujungnya
Aku bertanya lantang, “Wahai, apakah itu cinta?”
Kulihat sepasang muda-mudi bergelayutan mesra
Sang gadis tertawa mengikik, sang pemuda menggeliat laknat
Sahutnya, cinta adalah hari ini
Yang tergantikan segera oleh hari esok
Dia adalah kesenangan yang berkelindan selalu
Birahi yang terpuaskan, nikmat yang berseliweran
Aku tercenung, dan terus termenung
Jika cinta adalah pesta pora, lalu apa arti cerita Majnun
Cinta baginya adalah kisaran derita
Tetapi Majnun hanya tahu itu cinta, walau dia buta
Oh, betapa takdir cintanya berakhir nestapa
Aku berpaling dari mereka yang mencemooh nakal
Lalu aku pergi menuju ujung lain lorong teka-teki
Kuikuti suara-suara merdu, tawa, dan musik syahdu
Walau gelap pekat, suara itu menuntunku pasti
Dan akhirnya kulihat panggung megah berdiri kokoh
Dipenuhi penyair dan pujangga sepanjang masa
Dadaku serasa bergolak, aku menyeruak dan berteriak, “Wahai apakah itu cinta?”
Seorang pujangga menoleh, berdiri, dan menjawab panggilanku lalu mulai bersyair,
Cinta adalah roman tanpa batas
Inspirasi yang takkan mati; Api yang takkan padam
Yang geloranya membuatmu remuk redam
Tapi, bagai kecanduan, kau akan terus menyesapnya
Membuatmu merasa terbang menuju menuju mentari yang menyala perkasa
Sekali lagi, keraguan menyelinap dan membisik
Mestikah begitu, sebab kulihat nyala sangat redup
Menyambangi jalinan pernikahan yang suci
Gairah sejoli telah berakhir, tapi tidak memupus ikatannya
Tapi mereka masih menyebutnya cinta
Walau madunya telah habis, Sang kumbang masih hinggap di atas kembang
Aku melengos tak puas, dan berjalan tak tahu ke mana
Kususuri lorong berliku, begitu panjang jalanan, begitu terjal undakan
Dan pada satu tangganya, kulihat seorang pengemis renta mengharap derma
Dia berkata, “berikanlah milikmu yang terbaik, dan kusampaikan kebijaksanaanku”
Aku sebenarnya tak ingin percaya, tapi kakiku terlalu letih mencari jawab
Kuulurkan sebongkah batu mirah sembari bertanya, “Wahai, apakah itu cinta?”
Si pengemis diam dalam takzim, dan menjawab,
Cinta adalah menghamba tanpa bertanya
Ketaatan tanpa memerlukan jawaban
Kau memuja, dan menjadikan dirimu budak dengan sukarela
Kata-kata cinta adalah perintah yang tiada terbantah
Aku terpekur dan tak henti berpikir
Jika cinta merupakan penghambaan, lalu apa arti cinta Ilahi?
Dia yang menurunkan hujan, dan lebih agung dari apapun jua
Dia yang memberikan rizki kepada orang paling durjana sekalipun
Dia yang mencintai makhluk-Nya, dan tak memerlukan apapun dari makhluk-Nya
Aku merasa rugi atas permata yang terbuang percuma
Ini bukanlah kebijaksanaan; melainkan kedunguan!
Cinta si pengemis selamanya menjadikan dirinya pengemis
Yang mengiba, meminta, dan mengharap sejumput kasih
Jika ini dinamakan cinta, maka terkutuklah kata cinta!
Aku muak atas pencarian ini, lalu memutuskan keluar
Labirin tua tak lagi mengurungku, dan bau laut seakan memanggilku
Ini adalah aroma kebebasan yang menarik para pemberani
Dan seperti cerita lama, aku berlayar menuju samudera berombak, –sendiri
Angin kencang membantu lajuku, dan kapalku menuju horizon di tapal batas
Mencari dunia baru untuk ditaklukkan
Di ujung dek aku berteriak penuh kegembiraan
Walau kegembiraan itu kadang dibayar oleh rasa hampa di tengah lautan
Oh, tahun-tahun berselang; musim-musim berganti datang
Waktu-penuh-kenangan yang berkandung duka dan suka
Namun, pada suatu hari yang mengejutkan
Badai datang menenggelamkan apa yang tersisa
Aku lihat puing-puing yang karam, dan onggokan
Sementara aku hanyut ditemani tongkang yang terombang-ambing
Entah mengantarkanku ke mana
Di suatu tempat, saat aku membuka mataku
Aku rasai pasir lembut yang harum baunya
Dan riak ombak bermain-main di sekujur tubuhku
Apakah ini tanah orang- orang mati, ataukah aku masih hidup?
Oh, betapa hausnya aku…seteguk air akan mengobatiku
Dan, aku lihat sesosok datang mendekat
Sorot matanya menatapku lekat
Lalu menuangkan seteguk air pada bibirku yang kekeringan sangat
Pandanganku terasa kabur, dan dunia terasa berputar begitu cepat
Aku berharap dia adalah malaikat tak bersayap yang memberikan jawab
Aku merasa maut sebentar lagi menjemput,
Jadi tak ada salahnya bertanya, toh rasa malu akan terbawa lalu
Setelah sekian lama, sekali lagi aku bertanya, “Wahai, apakah itu cinta?”
Dia termangu,dan hanya tersenyum
Untuk menenangkan jiwaku yang sekarat, dia menatapku lembut
Dan kata-kata bagai menetes dari mulutnya
Kata-kata serasa madu yang manisnya teringat selalu, Jawabnya :
Cinta bukanlah benda untuk dimiliki
Tetapi tindakan untuk diperjuangkan
Cinta adalah kebaikan tanpa imbalan
Pernahkah mentari bertanya padamu atas sinarnya yang terang
Dan pernahkah pepohonan meminta jawaban atas keteduhannya
Jika kau memberikan segelas air pada orang asing,
Dan dia tak berhutang padamu apapun
Itulah cinta.
Bagaikan petani, kau menanam benihnya
Lalu orang lain memakan buahnya, menghilangkan rasa laparnya
Tetap ingatlah, cinta adalah pilihan hatimu
Bukan keterpaksaan dari rasa takut
Sebab cinta tidak pernah membuatmu merasa kehilangan
Dia terus membuat hatimu merasa kaya
Namun, sungguh dunia telah tercerai berai,
Dan manusia menjadi tersesat oleh makna cinta
Tergelincir keserakahan, cinta menjadi memabukkan
Untuk memiliki, bukannya memberikan
Untuk menguasai, bukannya mengasihi
Jika cinta tinggallah nafsu diri belaka
Yang tersisa hanyalah kerusakan semata
Tiada peduli sesama; Semuanya mengagungkan diri jua
Orang menamakannya cinta; tapi itu hanyalah dusta
Hari itu, aku tahu
Bahwa perjalananku bukannya berakhir,
Tetapi baru saja dimulai
Lalu aku mengatup mata
Dan mulai mendoa
Untuk satu pilihan kata di hati.
Senin, 22 Maret 2010
indah sungguh indah kenangan yang engkau ciptakan bersama usainya malam tanpa selimut sinar rembulan…aku pasrah dalam hangetnya selimut tebal kulitmu…aku terbuai oleh manisnya rayu yang engkau lontarkan ketika kita bersama dalam kasih yang tercipta tanpa ada komando…aku menikmati sejuknya bibir mungilmu ketika menuturkan kisah kisah asmara yang kita jalani sehari hari..aku ingin semua kisah yang ada takkan pernah memudar dan takkan pernah hilang ditelan waktu karena aku sangat sayang padamu
mimpi buruk selalu menghantui disetiap langkah kakiku tentang pedasnya ucapan selamat malammu yang engkau lontarkan tadi malam,aku bingung apa arti semuanya,aku juga gak ngerti kanapa demikian,haruskah aku pejamkan mata atau menutup mata sementara dihatiku selalu menggemakan namamu karena aku suka kamu….
nuansa indah dihatiku tak pernah menentu itu karena engkau tak pernah menyatakan cinta dengan sempurna….jika itu hanya sebuah ilusi dalam hayal kenapa selalu engkau ucap salam manis buatku setiap hari.. walau begitu aku akan selalu menitipkan kangenku buatmu, ingin aku sapa dirimu setipa kali engkau titip salam tapi aku ragu arena salammu juga samar sampai…
nuansa indah dihatiku tak pernah menentu itu karena engkau tak pernah menyatakan cinta dengan sempurna….jika itu hanya sebuah ilusi dalam hayal kenapa selalu engkau ucap salam manis buatku setiap hari.. walau begitu aku akan selalu menitipkan kangenku buatmu, ingin aku sapa dirimu setipa kali engkau titip salam tapi aku ragu arena salammu juga samar sampai…
dinginnya malam tak sedingin hariku kala mengingat acuhnya dirimu memandangku,dengan apa aku harus buktikan kalau aku menyayangimu…dengan apa aku harus peragakan kalau aku mengasihimu sepenuh hari,tapi belum sempat ku ucap kata bayangmupun tak tampak lagi..kemana pergimu..kemana langkahmu..kemana bayangmu…yang kesekian kalinya aku harus kecewa karena cinta belum hampiri asaku dengan sempurna
aku titip salam rinduku padamu ………..aku sayang padamu……engkau yang merasakan kasihku..ILV U
aku titip salam rinduku padamu ………..aku sayang padamu……engkau yang merasakan kasihku..ILV U
dalam nelangsa hayalku ada hadirmu menyapaku,aku tersenyum ceria karena engkaupun tersenyun,,namun sedetik kemudian engkau pergi membawa senyum yang belum sempat kunikmati …aku tidak tau kenapa begitu cepat engkau berlalu dan membawa senyum itu pergi..aku juga bingung kenapa engkau tebarkan senyum lalu kaupun pergi tanpa sepatah kata terucap..kemana aku akan mencari dirimu dalam remang remang cahaya yang membawa langkahmu..kemana aku harus mengadu karena engkau tak meninggalkan jejak…haruskah aku berteriak agar alam semesta membantuku mencari langkahmu?????….aku juga tidak tau apakah senyum manismu itu adalah senyum perpisahan atau senyum terakhir buaatku..
aku ingin semua yang hadir dalam jiwaku adalah hakmu yang akan menjadi pemacu dalam kisah hidup yang kita jalani sehari hari karena aku cinta kamu…aku juga ingin hadirku adalah kekayaanmu yang sempurna karena didalamnya ada pernak pernik sayangku buatmu..dalam suka dan duka dunia cinta aku ingin engkau juga paham akan semburan lava cinta yang sewaktu waktu bisa dahsat menghujani seluruh jiwamu ….selangkah semi selangkah semua ingin dalam janji kisah cinta yang kita jalani akan ringan terasa karena kau hadir saat tepat ujung jarum asmara menusuk jantung hariku….
selamat pagi cinta……diujung pagi yang cerah ini aku tak menemukan bayangmu,kemana dikau??…..aku selalu setia setiap pagi hanya buat mengatakan sayangku padamu…aku juga selalu membawa seikat bunga cinta yang segar nan indah buatmu seorang..namun pagi ini aku tak tau kemana gerangan dirimu yang biasanya akan selalu menyambutku dengan uluran kasih sayangmu..adakah kau rasa debar was wasku menanti hadirmu, hingga ujung pagi ini kaupun belum nampah ,,,,
FATHER AND SON
Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.
Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.
Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.
Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu.
Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.
Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.
Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.
Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.
Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi.
Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis….jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala (*_~).
Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa “melihat” para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya.
Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.
Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.
Ayah benar-benar senang membantu seseorang… tapi ia sukar meminta bantuan.
Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.
Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?… .mmmmhhh…” tidak terlalu mengecewakan” (^_~). Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill. (*_~).
Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.
Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam…walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.
Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.
Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.
Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.
Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.
Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah
AYAH ITU MURAH HATI….. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang
kamu butuhkan…. .
Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ….
Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka…..
Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…
Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….
Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. ..
Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….
Ayah akan berkata “tanyakan saja pada ibumu” ketika ia ingin berkata “tidak”.
Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin
Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.
Ayah mengatakan “tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”
Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya….
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….
Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.
Ayah mengira seratus adalah tip..; Seribu adalah uang saku..; Gaji pertamamu terlalu besar untuknya…
Ayah tidak suka meneteskan air mata …. ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis). Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster… tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.
Kalau tidak salah ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”
Untuk masadepan anak lelakinya Ayah berpesan: “jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”
Dan Untuk masadepan anak gadisnya ayah berpesan: “jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”
Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….
Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…
Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….
Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.
Dan untuk semua yang sedang merindukan Ayah,
Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun – dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.
Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.
Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi memancing sebenarnya lebih menyenangkan.
Ayah akan tetap memasang kereta api listrik mainanmu selama bertahun-tahun, meskipun kamu telah bosan, karena ia tetap ingin kamu main kereta api itu.
Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.
Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu), tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.
Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti mengapung di atas air setelah ia melepaskanya.
Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.
Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak lucu dan menyayangi.
Ayah sulit menghadapi rambutnya yang mulai menipis….jadi dia menyalahkan tukang cukurnya menggunting terlalu banyak di puncak kepala (*_~).
Ayah akan selalu memelihara janggut lebatnya, meski telah memutih, agar kau bisa “melihat” para malaikat bergelantungan di sana dan agar kau selalu bisa mengenalinya.
Ayah selalu senang membantumu menyelesaikan PR, kecuali PR matematika terbaru.
Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup.
Ayah benar-benar senang membantu seseorang… tapi ia sukar meminta bantuan.
Ayah terlalu lama menunda untuk membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya.
Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?… .mmmmhhh…” tidak terlalu mengecewakan” (^_~). Ayah akan sesumbar, bahwa dirinyalah satu- satunya dalam keluarga yang dapat memasak tumis kangkung rasa barbecue grill. (*_~).
Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.
Ayah sangat senang kalau seluruh keluarga berkumpul untuk makan malam…walaupun harus makan dalam remangnya lilin karena lampu mati.
Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.
Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.
Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.
Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.
Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu di depan rumah dengan sepeda tuanya, untuk mengantarkanmu dihari pertama masuk sekolah
AYAH ITU MURAH HATI….. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang
kamu butuhkan…. .
Ia membiarkan orang-orangan sawahmu memakai sweater kesayangannya. ….
Ia membelikanmu lollipop merk baru yang kamu inginkan, dan ia akan menghabiskannya kalau kamu tidak suka…..
Ia menghentikan apasaja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara…
Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya….
Bahkan dia akan senang hati mendengarkan nasehatmu untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.. ..
Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu….
Ayah akan berkata “tanyakan saja pada ibumu” ketika ia ingin berkata “tidak”.
Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin
Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepregok menghisap rokok dikamar mandi.
Ayah mengatakan “tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan”
Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu persis seperti caranya….
Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri….
Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.
Ayah mengira seratus adalah tip..; Seribu adalah uang saku..; Gaji pertamamu terlalu besar untuknya…
Ayah tidak suka meneteskan air mata …. ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya, dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis). Ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu…ketika kau mimpi akan dibunuh monster… tapi…..ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.
Kalau tidak salah ayah pernah berkata :” kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu,jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya”
Untuk masadepan anak lelakinya Ayah berpesan: “jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”
Dan Untuk masadepan anak gadisnya ayah berpesan: “jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu”
Ayah bersikeras,bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu….
Ayah bisa membuatmu percaya diri… karena ia percaya padamu…
Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik….
Dan terpenting adalah… Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.
Dan untuk semua yang sedang merindukan Ayah,
Izinkan Aku Bercerita Tentangmu…!!!
Jangan pernah lelah wahai Mujahidku
Karena ku kan senantiasa dibelakangmu untuk mendukungmu
Jangan kau tengok ke belakang, lihatlah kedepan
Didepan ada musuhmu, musuh Tuhan kita
Jadikan mereka terhina dengan kekuatanmu
Janganlah ragu untuk melepaskan peluru dari selongsong senapanmu
Bidiklah tepat dijantungnya
Jadikan ia mati sia-sia, tak memberi kemenangan bagi sekutunya
Maju terus jangan pernah menyerah
Lepaskanlah duniamu
Karena sungguh dunia ini hina
Sesungguhnya disisi Tuhan kitalah sebenar-benarnya kebahagiaan
Ingatlah isteri-isteri akhiratmu menunggumu dengan penuh cinta
Mereka senantiasa mendendangkan syair kerinduan
Hanya untukmu, hanya untukmu
Disaat kau pulang dengan membawa kemenangan
Maka janganlah kau merasa puas hingga Allah memenangkan agama ini atau kau menemui syahid dimedan itu
Dua pilihan yang menguntungkan, bukan?
Siapakah yang tidak suka dengan perniagaan demikian?
Sungguh merugi bagi orang yang membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat
Bukankah kau tidak demikian?
Kau sering bercerita kepadaku tentang indahnya syurga
Dengan berbagai kenikmatan didalamnya
Dan akupun mendengarkan dengan seksama
Betapa indahnya jika kita termasuk penghuni didalamnya
Menuai keridhaan-Nya selamanya
Wahai Mujahidku…aku sering melihatmu bercucuran air mata
Dan seketika itu kau tersungkur bersujud
Memanjatkan sebuah do’a
Aku tak bisa mendengarnya karena suaramu tertahan oleh gejolak didadamu
Namun ku tau
Itu adalah gemuruh kerinduanmu padanNya
dan kau memohon untuk bisa membela saudara-saudaramu dari para Thagut kaum kuffar
mengembalikan izzah mereka
wahai Kekasihku…ku kan senantiasa berdoa untuk mu agar harapanmu terpenuhi
untuk bisa kembali ke medan pertempuran itu
sungguh aku ridha jika harus dua kali atau bahkan berulang kali ditinggal olehmu
meski kerinduanku belumlah pupus
meski sajadahku belumlah kering karena banyaknya air mata kerinduan mengharap hadirmu disisiku
meski hari-hariku kan kembali sepi oleh canda dan petuahmu
meski kau tak lagi mengimamiku shalat
meski kau tak akan menyakasikan kehadiran Mujahid kecilmu menghirup udara kehidupan
aku ridha, sungguh aku ridha
asalkan Rabb kita memperkenankan kita bersua dan berkumpul di JannahNya
untuk selamanya
Jika kita tak berjumpa kembali
Maka kan ku semai cintamu disyurga
Dalam istana takwa
senyumku mengembang jika ku membayangkannya (syurga)
namun ku tak bisa menyembunyikan rasa cemburuku pada bidadari bermata jeli
yang akan membagi kasihmu dengan ku
kecantikan mereka tiada tandingan
meski kau selalu menyanjungku tiap pagi dan malam hari
namun seperti yang kau tau aku adalah wanita pecemburu
jiaka rasa itu menyerang maka aku kan mengingat kata-katamu
“kecantikan bidadari memang tiada duanya namun wanita dunia lebih mulia dan tiada tandingannya karena mereka bersusah payah beribadah sewaktu didunia”
Dan seketika itu pula hatiku riang
Ahhh..kau selalu mengerti bagaimana caranya membuatku senang
Wahai pujaanku….tiada berita yang lebih kusukai selain berita tentang kesyahidanmu
Oleh karena itu janganlah berhenti untuk mengharap syahadah pada-Nya
Mudah-mudahan Allah melapangkan jalanmu menujuNya
Kau ingat bukan Rabb kita telah berfirman
“Barang siapa menolong agamanya maka dia akan menolongnya pula”
Yakinlah itu
Wahai kekasih hati….jangan pernah ragu untuk meninggalkanku kembali
Jangan fikirkan aku
Karena ku kan baik-baik saja
Ku kan setangguh isteri Handzalah
yang merelakan malam pengantinya untuk memenuhi seruan-Nya
Kan kutopang hidupku tanpamu
Karena kini ku telah terbiasa
Kau yang mengajarkannya padaku, bukan?
Bukankah kita telah berkomitmen dari awal perjumpaan
dan saat ijab Kabul diucapkan
untuk mendirikan bangunan kasih kita diatas jalanNya
hingga syahid menjemput?
Kita tau perjumpaan didunia adalah sementara
Karenanya kita memohon perjumpaan yang kekal
Hingga kau dan aku tak terpisahkan lagi oleh ruang dan waktu
Allaahumma Amiin
Salam rinduku untuk mu selalu
Jangan pernah lelah wahai Mujahidku
Karena ku kan senantiasa dibelakangmu untuk mendukungmu
Jangan kau tengok ke belakang, lihatlah kedepan
Didepan ada musuhmu, musuh Tuhan kita
Jadikan mereka terhina dengan kekuatanmu
Janganlah ragu untuk melepaskan peluru dari selongsong senapanmu
Bidiklah tepat dijantungnya
Jadikan ia mati sia-sia, tak memberi kemenangan bagi sekutunya
Maju terus jangan pernah menyerah
Lepaskanlah duniamu
Karena sungguh dunia ini hina
Sesungguhnya disisi Tuhan kitalah sebenar-benarnya kebahagiaan
Ingatlah isteri-isteri akhiratmu menunggumu dengan penuh cinta
Mereka senantiasa mendendangkan syair kerinduan
Hanya untukmu, hanya untukmu
Disaat kau pulang dengan membawa kemenangan
Maka janganlah kau merasa puas hingga Allah memenangkan agama ini atau kau menemui syahid dimedan itu
Dua pilihan yang menguntungkan, bukan?
Siapakah yang tidak suka dengan perniagaan demikian?
Sungguh merugi bagi orang yang membeli kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat
Bukankah kau tidak demikian?
Kau sering bercerita kepadaku tentang indahnya syurga
Dengan berbagai kenikmatan didalamnya
Dan akupun mendengarkan dengan seksama
Betapa indahnya jika kita termasuk penghuni didalamnya
Menuai keridhaan-Nya selamanya
Wahai Mujahidku…aku sering melihatmu bercucuran air mata
Dan seketika itu kau tersungkur bersujud
Memanjatkan sebuah do’a
Aku tak bisa mendengarnya karena suaramu tertahan oleh gejolak didadamu
Namun ku tau
Itu adalah gemuruh kerinduanmu padanNya
dan kau memohon untuk bisa membela saudara-saudaramu dari para Thagut kaum kuffar
mengembalikan izzah mereka
wahai Kekasihku…ku kan senantiasa berdoa untuk mu agar harapanmu terpenuhi
untuk bisa kembali ke medan pertempuran itu
sungguh aku ridha jika harus dua kali atau bahkan berulang kali ditinggal olehmu
meski kerinduanku belumlah pupus
meski sajadahku belumlah kering karena banyaknya air mata kerinduan mengharap hadirmu disisiku
meski hari-hariku kan kembali sepi oleh canda dan petuahmu
meski kau tak lagi mengimamiku shalat
meski kau tak akan menyakasikan kehadiran Mujahid kecilmu menghirup udara kehidupan
aku ridha, sungguh aku ridha
asalkan Rabb kita memperkenankan kita bersua dan berkumpul di JannahNya
untuk selamanya
Jika kita tak berjumpa kembali
Maka kan ku semai cintamu disyurga
Dalam istana takwa
senyumku mengembang jika ku membayangkannya (syurga)
namun ku tak bisa menyembunyikan rasa cemburuku pada bidadari bermata jeli
yang akan membagi kasihmu dengan ku
kecantikan mereka tiada tandingan
meski kau selalu menyanjungku tiap pagi dan malam hari
namun seperti yang kau tau aku adalah wanita pecemburu
jiaka rasa itu menyerang maka aku kan mengingat kata-katamu
“kecantikan bidadari memang tiada duanya namun wanita dunia lebih mulia dan tiada tandingannya karena mereka bersusah payah beribadah sewaktu didunia”
Dan seketika itu pula hatiku riang
Ahhh..kau selalu mengerti bagaimana caranya membuatku senang
Wahai pujaanku….tiada berita yang lebih kusukai selain berita tentang kesyahidanmu
Oleh karena itu janganlah berhenti untuk mengharap syahadah pada-Nya
Mudah-mudahan Allah melapangkan jalanmu menujuNya
Kau ingat bukan Rabb kita telah berfirman
“Barang siapa menolong agamanya maka dia akan menolongnya pula”
Yakinlah itu
Wahai kekasih hati….jangan pernah ragu untuk meninggalkanku kembali
Jangan fikirkan aku
Karena ku kan baik-baik saja
Ku kan setangguh isteri Handzalah
yang merelakan malam pengantinya untuk memenuhi seruan-Nya
Kan kutopang hidupku tanpamu
Karena kini ku telah terbiasa
Kau yang mengajarkannya padaku, bukan?
Bukankah kita telah berkomitmen dari awal perjumpaan
dan saat ijab Kabul diucapkan
untuk mendirikan bangunan kasih kita diatas jalanNya
hingga syahid menjemput?
Kita tau perjumpaan didunia adalah sementara
Karenanya kita memohon perjumpaan yang kekal
Hingga kau dan aku tak terpisahkan lagi oleh ruang dan waktu
Allaahumma Amiin
Salam rinduku untuk mu selalu
elum kering tetesan darah saudaraku yang tumpah,
karena ulah tangan kotor anda
Belum berhenti tangis adikku ditinggal ibu tercinta,
Karena keconkakan tangan najis anda
Belum habis kepulan debu rumahku terhantam hancur,
Karena buldoser laknat milik anda
Belum reda teriakan takbir ayahku mempertahankan Izzatul Islamnya,
Karena paksaan dan propaganda dusta anda
Kami berjanji……..
Tidur anda tidak akan pernah nyenyak
Makan anda tidak akan pernah nikmat
Tiap tarikan nafas anda tidak akan pernah lega
Meski ruh-ruh kami menguap ke angkasa
Semangat jihad kami senantiasa mengganda
Menjadi syaithon pengganggu ketenangan anda
Hai…anda dajjal berwajah bush….dajjal berwajah blair….
Dajjal berseragam tentara sekutu…
Kami katakan…..
Anda tidak akan pernah merasakan kemenangan,
Anda akan menelan kehinaan dunia dan keburukan akhirat
Mengekor, menjadi bayang hitam setiap waktu
Hingga ALLOHU TA`ALA menurunkan azab pada anda dan teman-teman anda!!!
karena ulah tangan kotor anda
Belum berhenti tangis adikku ditinggal ibu tercinta,
Karena keconkakan tangan najis anda
Belum habis kepulan debu rumahku terhantam hancur,
Karena buldoser laknat milik anda
Belum reda teriakan takbir ayahku mempertahankan Izzatul Islamnya,
Karena paksaan dan propaganda dusta anda
Kami berjanji……..
Tidur anda tidak akan pernah nyenyak
Makan anda tidak akan pernah nikmat
Tiap tarikan nafas anda tidak akan pernah lega
Meski ruh-ruh kami menguap ke angkasa
Semangat jihad kami senantiasa mengganda
Menjadi syaithon pengganggu ketenangan anda
Hai…anda dajjal berwajah bush….dajjal berwajah blair….
Dajjal berseragam tentara sekutu…
Kami katakan…..
Anda tidak akan pernah merasakan kemenangan,
Anda akan menelan kehinaan dunia dan keburukan akhirat
Mengekor, menjadi bayang hitam setiap waktu
Hingga ALLOHU TA`ALA menurunkan azab pada anda dan teman-teman anda!!!
ya mujahid
ya mujahid ……
sungguh apabila maut berjumpa dengan engkau
akan lari pucat pasi dan mencari jalan untk kembali
sambil melarikan diri kmatian takut dengan engkau
ya mujahid……
engkau selalu mencintainya dimanapun engkau berada
tiadalah engkau berlambat lambat darinya ataupun maju mendahuluimu
maka engkau dapati celaan dalam mencintainya amatlah nikmat
terasa senang mengingtnya maka biarkan celaan mencela engkau
ya mujahid……
engkau tegak berdiri dan tak ada keraguan dalam kematian bagi orang yg tegak berdiri
seolah olah engkau berada dipelupuk sang maut yg tengah tertidur
lewat padamu para perwira yg tengah luka dan cedera sementara wajahmu tetap putih berseri;
mulutmu tetap tersungging senyum
ya mujahid……
adakah raja itu memiliki daging di atas meja hidangan
apabila pedang-pedangmu masih kehausan dah burung burung masih kelaparan
sampai aku kembali pena penaku mengatakan padaku
kemulian itu milik pedang bukan milik pena
ya mujahid……
andai aku masih diberi umur , akan kujadikan perang sebagai ibu
tombak sebagai saudara dan pedang sebagai bapak
dengan rambut kusut masai terseyum meyongsong kematian
hingga seolah-olah ia mempunyai keinginan dalam kematian nya
berjalan cepat,, cepat,,jangan sampai terlambat
hingga hampir hampir ringkikan kuda melemparku dari pelananya
lantaran gembira dan melonjak-lonjak menyongsong perang
ya mujahid……
semoga allah merihoimu semoga allah merahmatimu
hingga dalam seyummu yg indah
engkau ingin mengatakan pada kami
aku sudah menepati janjiku aku sudah menjual diriku
maka kapan giliranmu wahai saudara maka kapan giliranmu wahai saudara??
ya mujahid ……
sungguh apabila maut berjumpa dengan engkau
akan lari pucat pasi dan mencari jalan untk kembali
sambil melarikan diri kmatian takut dengan engkau
ya mujahid……
engkau selalu mencintainya dimanapun engkau berada
tiadalah engkau berlambat lambat darinya ataupun maju mendahuluimu
maka engkau dapati celaan dalam mencintainya amatlah nikmat
terasa senang mengingtnya maka biarkan celaan mencela engkau
ya mujahid……
engkau tegak berdiri dan tak ada keraguan dalam kematian bagi orang yg tegak berdiri
seolah olah engkau berada dipelupuk sang maut yg tengah tertidur
lewat padamu para perwira yg tengah luka dan cedera sementara wajahmu tetap putih berseri;
mulutmu tetap tersungging senyum
ya mujahid……
adakah raja itu memiliki daging di atas meja hidangan
apabila pedang-pedangmu masih kehausan dah burung burung masih kelaparan
sampai aku kembali pena penaku mengatakan padaku
kemulian itu milik pedang bukan milik pena
ya mujahid……
andai aku masih diberi umur , akan kujadikan perang sebagai ibu
tombak sebagai saudara dan pedang sebagai bapak
dengan rambut kusut masai terseyum meyongsong kematian
hingga seolah-olah ia mempunyai keinginan dalam kematian nya
berjalan cepat,, cepat,,jangan sampai terlambat
hingga hampir hampir ringkikan kuda melemparku dari pelananya
lantaran gembira dan melonjak-lonjak menyongsong perang
ya mujahid……
semoga allah merihoimu semoga allah merahmatimu
hingga dalam seyummu yg indah
engkau ingin mengatakan pada kami
aku sudah menepati janjiku aku sudah menjual diriku
maka kapan giliranmu wahai saudara maka kapan giliranmu wahai saudara??
Aku
Apa gerangan yang dilakukan musuh pada diriku
Aku, sungguh surgaku ada di hatiku
Dan taman-taman yang indah ada di dadaku
Ia selalu terus ada tetap bersamaku
Dan selalu ikut kemana saja kepergianku
Tak seorangpun bisa merampasnya dariku
Aku, andai mereka sampai membunuhku
Maka itulah waktu khalwat bersama Tuhanku
Dan jika mereka berani membunuhku
Sungguh, itulah bentuk kesyahidan bagiku
Dan merekapun akan segera menyusul kepergianku
Dan jikalau mereka dari negeri ini mengugusurku
Maka ku anggap itulah bentuk wisataku
Aku adalah aku yang mengerti benar jalan hidupku
Aku takkan pernah peduli dengan orang yang mencelaku
Selagi Allah tetap ridha dan mencintaiku
Aku tahu bahwa thaghut tidak menyukaiku
Tapi itu tidak masalah selama aku ada di jalan Tuhanku
Dan mana mungkin syaitan menyukai ajaran Nabiku
Tauhid akan kujunjung di atas kepalaku
Dan Pancasila syirik kan ku injak dengan kakiku
Hukum ilahiy ku angkat tinggi dengan tanganku
Dan undang-undang kafir kan ku tebas dengan pedangku
Enyahlah hai hamba thaghut, kalian adalah musuh abadiku
Dan aku adalah musuhmu sepanjang hidupku
Bila kalian ragu dengan ajaran tauhidku
Dan merasa benar dengan ajaran musuh Tuhanku
Mari kita mati bersama ! kamu dan aku..
Apa gerangan yang dilakukan musuh pada diriku
Aku, sungguh surgaku ada di hatiku
Dan taman-taman yang indah ada di dadaku
Ia selalu terus ada tetap bersamaku
Dan selalu ikut kemana saja kepergianku
Tak seorangpun bisa merampasnya dariku
Aku, andai mereka sampai membunuhku
Maka itulah waktu khalwat bersama Tuhanku
Dan jika mereka berani membunuhku
Sungguh, itulah bentuk kesyahidan bagiku
Dan merekapun akan segera menyusul kepergianku
Dan jikalau mereka dari negeri ini mengugusurku
Maka ku anggap itulah bentuk wisataku
Aku adalah aku yang mengerti benar jalan hidupku
Aku takkan pernah peduli dengan orang yang mencelaku
Selagi Allah tetap ridha dan mencintaiku
Aku tahu bahwa thaghut tidak menyukaiku
Tapi itu tidak masalah selama aku ada di jalan Tuhanku
Dan mana mungkin syaitan menyukai ajaran Nabiku
Tauhid akan kujunjung di atas kepalaku
Dan Pancasila syirik kan ku injak dengan kakiku
Hukum ilahiy ku angkat tinggi dengan tanganku
Dan undang-undang kafir kan ku tebas dengan pedangku
Enyahlah hai hamba thaghut, kalian adalah musuh abadiku
Dan aku adalah musuhmu sepanjang hidupku
Bila kalian ragu dengan ajaran tauhidku
Dan merasa benar dengan ajaran musuh Tuhanku
Mari kita mati bersama ! kamu dan aku..
Aku Wanita Mujahidah Sejati…
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah
Tak mungkin ku pilih dirimu.. .bila dunia lebih kau damba…
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia…
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku…
Bulat tekadku untuk menemanimu…
Aku Wanita mujahidah pilihan…
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad…
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an…
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad…
Andai tak siap bisa kau pilih…
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku…
terlebih keluh kesahku…
Tak mungkin aku memilihmu…
bila yang fana lebih kau cinta…
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota…
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana…
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu…
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu…
Meniti jalan panjang di medan jihad…
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah…
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang…
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu…
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu…
Aku wanita dari bumi Jihad…
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad…
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan…
tepiskan semua mimpi yang tak berarti…
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri…
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan…
Yang melepasku dengan selaksa do`a…
meraih syahid… tujuan utama…
Robbi… terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu…
Kuharapkan penolong dari hambaMu… menemani perjalanan ini…
Yang tercipta dari tulang rusuk lelaki yang berjihad..
Bilakah khan datang seorang peminang menghampiriku mengajak tuk berjihad..
Kelak ku akan pergi mendampinginya di bumi Jihad..
Aku selalu siap dengan semua syarat yang diajukannya..
cinta Allah, Rasul dan Jihad Fisabilillah
Aku rela berkelana mengembara dengannya lindungi Dienullah
Ikhlas menyebarkan dakwah ke penjuru bumi Allah
Tak mungkin ku pilih dirimu.. .bila dunia lebih kau damba…
Terlupa kampung halaman, sanak saudara bahkan harta yang terpendam..
Hidup terasing apa adanya.. asalkan di akhirat bahagia…
Bila aku setuju dan kaupun tidak meragukanku…
Bulat tekadku untuk menemanimu…
Aku Wanita mujahidah pilihan…
Yang mengalir di nadiku darah lelaki yang berjihad…
Bilakah khan datang menghampiriku seorang peminang yang penuh ketawadhu`an…
Kelak bersamanya kuarungi bahtera lautan jihad…
Andai tak siap bisa kau pilih…
Agar kelak batin, jiwa dan ragamu tak terusik,
terbebani dengan segala kemanjaanku, kegundahanku, kegelisahanku…
terlebih keluh kesahku…
Tak mungkin aku memilihmu…
bila yang fana lebih kau cinta…
Lupa akan kemilau dunia dan remangnya lampu kota…
lezatnya makanan dan lajunya makar durjana…
Sebab meninggalkan dakwah karena lebih mencintaimu…
dan menanggalkan pakaian taqwaku karena laranganmu…
Meniti jalan panjang di medan jihad…
Yang ada hanya darah dan airmata tertumpah…
serta debu yang beterbangan,
keringat luka dan kesyahidan pun terulang…
Jika masih ada ragu tertancap dihatimu…
Teguhkan `azzam`ku tuk lupa akan dirimu…
Aku wanita dari bumi Jihad…
Dengan sekeranjang semangat berangkat ke padang jihad…
Persiapkan bekal diri menanti pendamping hati, pelepas lelah serta kejenuhan…
tepiskan semua mimpi yang tak berarti…
Adakah yang siap mendamaikan Hati ??
Karena tak mungkin kulanjutkan perjalanan ini sendiri…
tanpa peneguh langkah kaki.. pendamping perjuangan…
Yang melepasku dengan selaksa do`a…
meraih syahid… tujuan utama…
Robbi… terdengar panggilanMu tuk meniti jalan ridhoMu…
Kuharapkan penolong dari hambaMu… menemani perjalanan ini…
Gejolak yang membuncah memenuhi dada ini…
Bersama asa yang rindu mendalam…
Dari hamba yang berlumur dosa dan kealpaan…
Berharap dapat bersua dengan-Mu…
Wahai Rabbul`alamiin…
Dengan taubat ku berharap…
Kuatkan jiwa ini mendatanginya…
Kokohkan langkah kaki ini menempuhnya…
Azzamkan niat ini dalam mencapainya…
Ikhlaskan hati ini menjalaninya…
Aku rindu…aku rindu…aku rindu…
Rindu berjumpa dengan-Mu dalam SYAHADAH…
Rindu bersua dengan-Mu dalam IMAN…
Rindu bersama-Mu dalam TAUHID…
Rindu indahnya hidup dalam naungan ridha-Mu…
Syari`at ISLAM…Daulah ISLAM…Khilafah ISLAM
Duhai Alloh yang tiada sekutu bagi-Mu…
Hantarkanlah kerinduanku ini…
Mudahkanlah…
Lapangkanlah…
Tuk raih cita-cita…
KEMULIAAN HIDUP DALAM ISLAM, ATAU
KESYAHIDAN DALAM PERJUANGAN
Aku berharap termasuk yang Kau hantarkan….
Ridhai dan kabulkanlah…
Amien ya Alloh, ya Rabbal`alamiin…
Bersama asa yang rindu mendalam…
Dari hamba yang berlumur dosa dan kealpaan…
Berharap dapat bersua dengan-Mu…
Wahai Rabbul`alamiin…
Dengan taubat ku berharap…
Kuatkan jiwa ini mendatanginya…
Kokohkan langkah kaki ini menempuhnya…
Azzamkan niat ini dalam mencapainya…
Ikhlaskan hati ini menjalaninya…
Aku rindu…aku rindu…aku rindu…
Rindu berjumpa dengan-Mu dalam SYAHADAH…
Rindu bersua dengan-Mu dalam IMAN…
Rindu bersama-Mu dalam TAUHID…
Rindu indahnya hidup dalam naungan ridha-Mu…
Syari`at ISLAM…Daulah ISLAM…Khilafah ISLAM
Duhai Alloh yang tiada sekutu bagi-Mu…
Hantarkanlah kerinduanku ini…
Mudahkanlah…
Lapangkanlah…
Tuk raih cita-cita…
KEMULIAAN HIDUP DALAM ISLAM, ATAU
KESYAHIDAN DALAM PERJUANGAN
Aku berharap termasuk yang Kau hantarkan….
Ridhai dan kabulkanlah…
Amien ya Alloh, ya Rabbal`alamiin…
Bagi setiap musibah ada penghibur yang meringankannya
Tapi bagi yang menimpa Islam tiada penghiburnya
Sampai semua mihrob menangis padahal ia benda mati
Bahkan seluruh mimbar merintih sedangkan ia kayu jati
Seorang `Abid yang tunduk kepada Alloh lagi penuh kekhusyu`an
Sedang air mata dari kedua pipinya bercucuran
Kini masjid-masjid telah menjadi gereja di waktu maghrib
Tidak ada di dalamnya selain lonceng dan kayu salib
Itulah musibah melupakan apa yang telah lalu
Dan tidak mungkin lupa walau waktu telah lama berlalu…
Wahai para penunggang kuda yang kurus kelelahan
Seolah ia burung penyambar dalam bidang pacuan
Wahai para penyandang pedang India yang tajam
Seolah ia bara api di kegelapan malam yang kelam
Wahai orang-orang bercengkrama di belakang sungai karena gembira
Di negerinya mereka memiliki kejayaan dan kuasa…
Apa kalian telah mengetahui berita tentang Islam sekarang
Sungguh para pengendara telah berjalan dengan berita mereka
Sungguh banyak para tokoh meminta bantuan
Sedang mereka tawanan dan terbunuh
Namun tidak bergeming satupun manusia
Kenapa saling memutus dalam Islam di antara kalian
Sedang kalian wahai hamba-hamba Alloh adalah Saudara
Apa tidak ada jiwa-jiwa besar yang memiliki cita-cita
Apa terhadap kebaikan ini ada penolong dan pembela…
Hai orang-orang yang untuk membela suatu kaum telah terpecah banyak golongan
Yang karenanya mereka diserang kekafiran dan kedurjanaan
Kemarin mereka raja-raja di istana mereka
Sekarang dalam belenggu kekafiran mereka menjadi sahaya
Andai engkau melihat mereka bingung tiada penunjuk jalan
Berbagai pakaian kehinaan mereka telah rasakan
Andai engkau lihat tangisan mereka saat diperjual-belikan
Tentu engkau terperangah dan diliputi kepedihan…
Ya Robb, bayi dan sang ibu telah dipisahkan
Sebagaimana ruh telah dijauhkan dari badan
Sang puteri yang tak pernah dilihat matahari dengan terbuka
Seolah ia berlian dan batu permata
Kini digiring si bule sebagai budak seraya dihinakan
Matanya menangis dan hati penuh keheranan
Untuk seperti ini hati luluh karena kesedihan
Andai di hati ini ada Islam dan keimanan
Apa untuk Jihad disana ada yang mencari jalan…
Sungguh surga peristirahatan telah penuh dengan hiasan
Bidadari dan para pelayan telah menengok dari kamar-kamar
Mendapatkan kebaikan ini demi Alloh mereka para pendekar
Kemudian sholawat kepada Al-Mukhtar dari Alloh semoga di limpahkan
Sepanjang angin berhembus dan berguncang dahan pepohonan…
Tapi bagi yang menimpa Islam tiada penghiburnya
Sampai semua mihrob menangis padahal ia benda mati
Bahkan seluruh mimbar merintih sedangkan ia kayu jati
Seorang `Abid yang tunduk kepada Alloh lagi penuh kekhusyu`an
Sedang air mata dari kedua pipinya bercucuran
Kini masjid-masjid telah menjadi gereja di waktu maghrib
Tidak ada di dalamnya selain lonceng dan kayu salib
Itulah musibah melupakan apa yang telah lalu
Dan tidak mungkin lupa walau waktu telah lama berlalu…
Wahai para penunggang kuda yang kurus kelelahan
Seolah ia burung penyambar dalam bidang pacuan
Wahai para penyandang pedang India yang tajam
Seolah ia bara api di kegelapan malam yang kelam
Wahai orang-orang bercengkrama di belakang sungai karena gembira
Di negerinya mereka memiliki kejayaan dan kuasa…
Apa kalian telah mengetahui berita tentang Islam sekarang
Sungguh para pengendara telah berjalan dengan berita mereka
Sungguh banyak para tokoh meminta bantuan
Sedang mereka tawanan dan terbunuh
Namun tidak bergeming satupun manusia
Kenapa saling memutus dalam Islam di antara kalian
Sedang kalian wahai hamba-hamba Alloh adalah Saudara
Apa tidak ada jiwa-jiwa besar yang memiliki cita-cita
Apa terhadap kebaikan ini ada penolong dan pembela…
Hai orang-orang yang untuk membela suatu kaum telah terpecah banyak golongan
Yang karenanya mereka diserang kekafiran dan kedurjanaan
Kemarin mereka raja-raja di istana mereka
Sekarang dalam belenggu kekafiran mereka menjadi sahaya
Andai engkau melihat mereka bingung tiada penunjuk jalan
Berbagai pakaian kehinaan mereka telah rasakan
Andai engkau lihat tangisan mereka saat diperjual-belikan
Tentu engkau terperangah dan diliputi kepedihan…
Ya Robb, bayi dan sang ibu telah dipisahkan
Sebagaimana ruh telah dijauhkan dari badan
Sang puteri yang tak pernah dilihat matahari dengan terbuka
Seolah ia berlian dan batu permata
Kini digiring si bule sebagai budak seraya dihinakan
Matanya menangis dan hati penuh keheranan
Untuk seperti ini hati luluh karena kesedihan
Andai di hati ini ada Islam dan keimanan
Apa untuk Jihad disana ada yang mencari jalan…
Sungguh surga peristirahatan telah penuh dengan hiasan
Bidadari dan para pelayan telah menengok dari kamar-kamar
Mendapatkan kebaikan ini demi Alloh mereka para pendekar
Kemudian sholawat kepada Al-Mukhtar dari Alloh semoga di limpahkan
Sepanjang angin berhembus dan berguncang dahan pepohonan…
Bintang yang terang
sinarmu sungguh indah
keindahanmu mengingatkan aku
pada seseorang…………
dimana aku sangat merindukannya
malam yang begitu sunyi……….
mengapa dia tak hadir untuk menemaniku
angin yang berhembs dengan kencang……….
Tuhan sampaikan salam ku padanya
bahwa aku sangat merindukannya
kuingin dia selalu mencintaiku
dimanapun dia melangkah
SETIAP KATAKU ADALAH KATA CINTA PADAMU
DIHATIKU HANYA ADA SATU NAMA YAITU KAMU
SETIAP LANGKAHKU HANYA UNTUKMU
AKU HIDUP UNTUK MENCINTAIMU
DAN AKU MATIPUN AKAN AKU KENANG DIRIMU
sinarmu sungguh indah
keindahanmu mengingatkan aku
pada seseorang…………
dimana aku sangat merindukannya
malam yang begitu sunyi……….
mengapa dia tak hadir untuk menemaniku
angin yang berhembs dengan kencang……….
Tuhan sampaikan salam ku padanya
bahwa aku sangat merindukannya
kuingin dia selalu mencintaiku
dimanapun dia melangkah
SETIAP KATAKU ADALAH KATA CINTA PADAMU
DIHATIKU HANYA ADA SATU NAMA YAITU KAMU
SETIAP LANGKAHKU HANYA UNTUKMU
AKU HIDUP UNTUK MENCINTAIMU
DAN AKU MATIPUN AKAN AKU KENANG DIRIMU
cinta bagaikan air laut yang mengisi sebagian isi bumi…
memberi banyak kehidupan..
membuat orang ingin tahu..
dan tiap orang pasti mengalami cinta..
cinta itu keikhlasan..
cinta itu kemauan..
cinta itu saling mengerti..
cinta itu indah jika kita bisa menempatkannya pada tempat terbaik dalam hati..
jadikan cinta itu indah dihatimu..
karena cinta bisa seindah yang kau mau
“Edi aku mencintaimu”
Dalam segala kurang dan lebihmu
Dalam pintaku pada-NYA terselip namamu yang selalu kurindu
memberi banyak kehidupan..
membuat orang ingin tahu..
dan tiap orang pasti mengalami cinta..
cinta itu keikhlasan..
cinta itu kemauan..
cinta itu saling mengerti..
cinta itu indah jika kita bisa menempatkannya pada tempat terbaik dalam hati..
jadikan cinta itu indah dihatimu..
karena cinta bisa seindah yang kau mau
“Edi aku mencintaimu”
Dalam segala kurang dan lebihmu
Dalam pintaku pada-NYA terselip namamu yang selalu kurindu
hati ini trasa sunyi tanpa nafas cintamu,,
hidup ini sepi tanpa senyuman darimu
diri inisenyap tanpa jiwa kasih mu,,
ruang hatiku gelap tanpa arah tuk melangkah
cinta,,,
mengapa semua harus terjadi???
mengapa disaat terang dunia kalbuku kau berlalu
kau tinggalkan sepenggal dusta dalam rasa,,
cinta..
aku hanya mampu memeluk rasa
memeluk mimpi senja yng kelabu
meniti harapan fajar kelana,,
cinta..
kau buat aku tak yakin untuk melangkah
kau beri aku segenggam luka
mengapa cahaya pelangi menjadi api,,
selamat jalan cinta,,
selamat berbahagia di atas luka ku,,
biarkan kata merangkai hati serupa darah dibalik tirai….
hidup ini sepi tanpa senyuman darimu
diri inisenyap tanpa jiwa kasih mu,,
ruang hatiku gelap tanpa arah tuk melangkah
cinta,,,
mengapa semua harus terjadi???
mengapa disaat terang dunia kalbuku kau berlalu
kau tinggalkan sepenggal dusta dalam rasa,,
cinta..
aku hanya mampu memeluk rasa
memeluk mimpi senja yng kelabu
meniti harapan fajar kelana,,
cinta..
kau buat aku tak yakin untuk melangkah
kau beri aku segenggam luka
mengapa cahaya pelangi menjadi api,,
selamat jalan cinta,,
selamat berbahagia di atas luka ku,,
biarkan kata merangkai hati serupa darah dibalik tirai….
Jumat, 05 Maret 2010
Sekarang kulihat kekasih jiwaku,
mutiara segala ciptaan,
terbang ke langit bagaikan roh Mustafa;
Matahari malu melihat wajahnya,
di angkasa cuaca kelam kabut bagaikan hati;
Cahayanya membuat air dan lumpur lebih terang daripada api.
Kataku,
“Mana tangganya untuk tempat naik, tunjukkan! Aku ingin juga terbang ke langit!”
Ia menjawab,
“Tangga tempatmu naik ialah kepalamu, sujudkan kepalamu di bawah telapak kakimu!”
Apabila kau jejakkan kakimu di
mutiara segala ciptaan,
terbang ke langit bagaikan roh Mustafa;
Matahari malu melihat wajahnya,
di angkasa cuaca kelam kabut bagaikan hati;
Cahayanya membuat air dan lumpur lebih terang daripada api.
Kataku,
“Mana tangganya untuk tempat naik, tunjukkan! Aku ingin juga terbang ke langit!”
Ia menjawab,
“Tangga tempatmu naik ialah kepalamu, sujudkan kepalamu di bawah telapak kakimu!”
Apabila kau jejakkan kakimu di
Bulan puasa telah tiba.
larangan raja mulai berlaku:
jauhkan tanganmu daripada makanan,
hidangan rohani telah disediakan.
Roh telah bebas dari pengasingan dirinya dan menundukkan tangan tabiat jelek;
hati yang sesat telah dikalahkan dan perajurit iman telah sampai.
Bala tentera penidur telah menyerah dan segera ditawan,
dari bara penyulut api jiwa tiba seraya meratap;
Lembu itu begitu molek,
Musa bin Imran muncul;
melaluinya si mati hidup
larangan raja mulai berlaku:
jauhkan tanganmu daripada makanan,
hidangan rohani telah disediakan.
Roh telah bebas dari pengasingan dirinya dan menundukkan tangan tabiat jelek;
hati yang sesat telah dikalahkan dan perajurit iman telah sampai.
Bala tentera penidur telah menyerah dan segera ditawan,
dari bara penyulut api jiwa tiba seraya meratap;
Lembu itu begitu molek,
Musa bin Imran muncul;
melaluinya si mati hidup
Dengan alunan pilu seruling bambu
Sayu sendu lagunya menusuk kalbu
Sejak ia bercerai dari batang pokok rimbun
Sesaklah hatinya dipenuhi cinta dan kepiluan
Walau dekat tempatnya laguku ini
Tak seorang tahu serta mau mendengar
O kurindu kawan yang mengerti perumpamaan ini
Dan mencampur rohnya dengan rohku
Api cintalah yang membakar diriku
Anggur cintalah yang memberiku cita mengawan
Inginkah kau tahu bagaimana pencinta luka?
Dengar, dengar alunan
Sayu sendu lagunya menusuk kalbu
Sejak ia bercerai dari batang pokok rimbun
Sesaklah hatinya dipenuhi cinta dan kepiluan
Walau dekat tempatnya laguku ini
Tak seorang tahu serta mau mendengar
O kurindu kawan yang mengerti perumpamaan ini
Dan mencampur rohnya dengan rohku
Api cintalah yang membakar diriku
Anggur cintalah yang memberiku cita mengawan
Inginkah kau tahu bagaimana pencinta luka?
Dengar, dengar alunan
kepala tertunduk lesu
jiwa bergetar luluh pilu
air mata tak mampu terbendung
kala kusebut asmamu yang agung
yaaaaaa ……. alloh
mengapa baru teringat
seteleh semua terlanjur
mengaa baru tersadar
setelah semua hancur
terlalu jauh langkahkan kaki
pijak kenikmatan semu duniawi
tersenyum bangga
karena masih diatas segalanya
tak pernah tersadar
semua hanya sementara
yaaaaaa……..alloh
terangi jiwa yang dalam kegelapan
tuntun tangan-tangan rapuh ini
agar tak terulang
jatuh kelubang
jiwa bergetar luluh pilu
air mata tak mampu terbendung
kala kusebut asmamu yang agung
yaaaaaa ……. alloh
mengapa baru teringat
seteleh semua terlanjur
mengaa baru tersadar
setelah semua hancur
terlalu jauh langkahkan kaki
pijak kenikmatan semu duniawi
tersenyum bangga
karena masih diatas segalanya
tak pernah tersadar
semua hanya sementara
yaaaaaa……..alloh
terangi jiwa yang dalam kegelapan
tuntun tangan-tangan rapuh ini
agar tak terulang
jatuh kelubang
Izinkan Aku Kembali Pada-Mu
Memercikkan kebahagiaan permata hati
Berbelut sang surya pada awal nafasku
Cinta ini bagai laksana bintang
Menyadari akan lemahnya jiwa ini
Dengan berlapis dosa seperti buih laut
Ya Rabbul Izzati..
Izinkanlah aku kembali padaMu
Meski mungkin takkan pantas
Meski mungkin takkan sempurna
Berikan aku kesempatan waktu
Aku ingin kembali padaMu
Meski ku tak layak bersujud padaMu
Melimpahkan air mata padaMu
Tuhan,,
Aku ingin
Memercikkan kebahagiaan permata hati
Berbelut sang surya pada awal nafasku
Cinta ini bagai laksana bintang
Menyadari akan lemahnya jiwa ini
Dengan berlapis dosa seperti buih laut
Ya Rabbul Izzati..
Izinkanlah aku kembali padaMu
Meski mungkin takkan pantas
Meski mungkin takkan sempurna
Berikan aku kesempatan waktu
Aku ingin kembali padaMu
Meski ku tak layak bersujud padaMu
Melimpahkan air mata padaMu
Tuhan,,
Aku ingin
Takdir telah berkata,
Ya Allah berikanlah kami kekuatan
Walau air mata tak henti tertahan
biarkan kami bisa menerimanya…
Ya Allah ini adalah kehendakMu,
maka semuanya kami kembalikan kepadaMu,
semuanya mempunyai batas,
maka berikanlah pula kami kekuatan yang tak terbatas dalam hal ini…
Orang yang kami sayang,
yang selama ini menjadi bagian dari hidup kami,
kini menghadapMu…
Berilah kemudahan untuknya,
lapangkanlah tempatnya disisiMu,
Ya…Rabb…
Kami tau ini
Ya Allah berikanlah kami kekuatan
Walau air mata tak henti tertahan
biarkan kami bisa menerimanya…
Ya Allah ini adalah kehendakMu,
maka semuanya kami kembalikan kepadaMu,
semuanya mempunyai batas,
maka berikanlah pula kami kekuatan yang tak terbatas dalam hal ini…
Orang yang kami sayang,
yang selama ini menjadi bagian dari hidup kami,
kini menghadapMu…
Berilah kemudahan untuknya,
lapangkanlah tempatnya disisiMu,
Ya…Rabb…
Kami tau ini
Tersungkur Sujud dalam Ssajadah BUMI-MU
Oleh: Afri Yendra
Pagi yang cerah ketika burung-burung meliuk diangkasa
Bersembunyi diawan-awan putih pada pelataran birunya langit
Bak bersautan dengan tengadahnya tanganku menjulang tinggi
Alunan dzikirku melebihi riuhnya nyanyian mega
Dalam rasa dalam jiwa qalbuku melebihi dalamnya samudera
Tetesdarah rindu bolak balik dalam bongkahan hati
Semakin jernih sampai dijantungtubuh dan,
Duduk terdiam dalam nadi qalbuku.
Helahan nafas silih
Oleh: Afri Yendra
Pagi yang cerah ketika burung-burung meliuk diangkasa
Bersembunyi diawan-awan putih pada pelataran birunya langit
Bak bersautan dengan tengadahnya tanganku menjulang tinggi
Alunan dzikirku melebihi riuhnya nyanyian mega
Dalam rasa dalam jiwa qalbuku melebihi dalamnya samudera
Tetesdarah rindu bolak balik dalam bongkahan hati
Semakin jernih sampai dijantungtubuh dan,
Duduk terdiam dalam nadi qalbuku.
Helahan nafas silih
Sabtu, 27 Februari 2010
aq perna merasakan jatuh cinta
tapi tak seindah n sebahagia cintaku saat ini
aq pernah merasa rindu tp tak sedalam rinduku pada mu
aq pernah merasakan ketulusan tapi tak setulus cintaku padamu
aq pernah melihat keindahan
tp tak seindah senyummu
kasih...........
jangan perna kau tinggalkan aq
karna jika kau tinggalkan aq
aq akn merasakan kesedihan yg tak perna ku rasakan sebelumnya.
oh tuhan.....
terkadang ku tak mengerti apa yg ku rasakan saat ini
dan apa yg ku pikirkan,apa yg ku bayangkan
ya allah jadikan lah aku seperti patai
yg tak pernah melawan onbak,
yg tenang akan kesunyian
yg tak pernah menghempas batu karang
dan hinga aku menjadi gumpalan pasir putih
dan jangan jadikan ku manusia yg munafik akan cinta
serakah akan kasih sayang yg berlebih
jadikan lah aku wanita yg soleh amin......
oh tuhan.....
terkadang ku tak mengerti apa yg ku rasakan saat ini
dan apa yg ku pikirkan,apa yg ku bayangkan
ya allah jadikan lah aku seperti patai
yg tak pernah melawan onbak,
yg tenang akan kesunyian
yg tak pernah menghempas batu karang
dan hinga aku menjadi gumpalan pasir putih
dan jangan jadikan ku manusia yg munafik akan cinta
serakah akan kasih sayang yg berlebih
jadikan lah aku wanita yg soleh amin..........................
Terkenang hati akan sembilu luka cinta yg tak terobati. menangis dan
tertawa pun tiada beda saat cinta sayatkn luka. selayak sayatan petir
yg menghujam ke tanah. menggemparkn buana tanpa kira. ketika itulah
aku sadari seuntai cinta yg ku rasa tak bermahkota. namun luka ini
tnpa prnah kusesali, karna laku janji matahari yg ku singsing tuk
abadi. sebab pahamku, cinta sejati tak kan prnah mati sekalipun
tersakiti.
bibir sudah seperti terkunci oleh langit
jangan kau tanyakan kembali
lara yang merenggang hingga sukma
hingga waktu berhenti
selebihnya aku tak lagi peduli
maka, harap terima layaknya bumi yang bijak
tak perlu meminta dengan air matamu
yang mengolam meretak kemarau
munkin kita temukan kejora masing – masing
dan kosong yang membuatmu mengerti
sosokmu dalam sebingkai memori terkenang
terlihat engkau tetap angkuh dari sorot pancarmu
senyum yang tersembunyi lara dibaiknya
selintas mengingat dulu engkau sempat jadi yang indah
kadang sesekali bayangan ingin menemuimu
sejenak
tapi terpupus karena hilang sudah aku kubur bernisan
karena bukan saatnya, kita sudah jauh berbeda
dari dulu hati saling mengenal
dan beranjak lekas menjauh langkah
wajahmu yang tergurat masih indah
tak berubah walau sejengkal jarak tak merekat waktu kita
masih tetap terlihat angkuhmu
masih tetap terlihat pesona acuhmu
Ketika cinta datang ...
hati ini seakan merasakan sesuatu yg sempurna
walaupun bibir tak dapat berbicara,,
meskipun kaki tak dapat melangkah tetapi tetap aq slalu mencintaimu
tuhan berilah qu cara untuk bertemu dgn_nya ,,
apabila dya memang jodohqu berilah dya untuqu ___,,
engkau tlah menciptakan makhluk berpasang-pasangan
ratu_raja, bulan_bintank,
sampai kapanpun,,
sampai akhir hayat nanti
qu akan tetap mencintaimu,,
Emang bener ya, kalo cinta itu membuat kita lupa diri….. Sampe-sampe
kita s’lalu saja memikirkannya….. hmmm….. Itulah yang terjadi
dengan ku sekarang ini!!! Aku ingin mencegahnya saat dya pergi…..
karna aku masih sayang sama dya dan aku ngga bisa ngelupain dya dan
semakin aku mau lupain, Karna tadinya aku sempet bilang kalo aku cuma
nganggep dya sahabat... [sahabat i lope iu]
Jika cinta sejati seringkali harus diuji dari sebuah kesendirian
Kumohon kali ini pada Tuhan untuk tidak memberi hambanya ujian Bukan
ku tidak ingin membuktikan Hanya saja kuingin sungguh… bahagianya
kurasakan Jika cinta sejati kerapkali harus melalui beribu rintangan
Kumohon kali ini pada Tuhan untuk memberiku sedikit... kelapangan
Bukan ku tidak mau berjuang dan bertahan Niat putih juga butuh waktu
untuk diwujudkan
betapa sakitnya kepergian itu hingga mengores2 hati n mnyesakkan dada
hati ingin brlari tapi kamu satu2x yg tlah pntas ahirnya aq akan
menunggu demi kau n cinta kita demi tulus yg trtera ats nama cinta
hanya senyum mu kini Q ingat tanpak tak logis namun hnya itu
prtahnanku demi pnantian akn hadir mu,yg tak singkat baik...2 itu
selalu harapku n pesan Q untk mu n bahagia disana demi sebuah
pengorbanan akn jiwa2 ini
dalam derap lngkah qq
masih kah kau mengingat qq
disaat hujan mambasahi bumi
apakah kau tau isi hati qq
betapa sakit hati qq saat kau acuh kan aqq
apakah kau mengerti perasaan qq
masih kah aqq bararti dihidup mu
masih kah ada rasa cinta itu dihati mu
di saat aqq menangis mengenang mu
apakah kau dapat merasakan itu ?
disaat qq sedih terdiam sendiri
apakah kau dapat menghibur qq ?
Jika bintang-bintang sudah tidak dapat lagi menemani,
biarlah ku nikmati kesunyian ini …..
Jika puisi indah sudah tak dapat lagi mewakili perasaan ini,
biarlah ku nikmati kehampaan ini …..
Mungkin air mata yang tulus
akan lebih bermakna daripada tawa penuh dusta …..
Semoga kerinduan ini kan segera berakhir,
Seiring ku dapatkan kerinduan baru yang lebih bermakna,
Dan dapat membuat ku bahagia …..
Jika bintang-bintang sudah tidak dapat lagi menemani,
biarlah ku nikmati kesunyian ini …..
Jika puisi indah sudah tak dapat lagi mewakili perasaan ini,
biarlah ku nikmati kehampaan ini …..
Mungkin air mata yang tulus
akan lebih bermakna daripada tawa penuh dusta …..
Semoga kerinduan ini kan segera berakhir,
Seiring ku dapatkan kerinduan baru yang lebih bermakna,
Dan dapat membuat ku bahagia …..
Jika bintang-bintang sudah tidak dapat lagi menemani,
biarlah ku nikmati kesunyian ini …..
Jika puisi indah sudah tak dapat lagi mewakili perasaan ini,
biarlah ku nikmati kehampaan ini …..
Mungkin air mata yang tulus
akan lebih bermakna daripada tawa penuh dusta …..
Semoga kerinduan ini kan segera berakhir,
Seiring ku dapatkan kerinduan baru yang lebih bermakna,
Dan dapat membuat ku bahagia …..
angan pernah mengalihkan pandangan dari keindahan cinta
karna keindahan cinta adalah sesuatu yang tak terlupakan
keindahan yang indah adalah bahagia
dan kebahagiaan adalah saat kita disayangi dengan tulus
cinta adalah perasaan yang mesti ada di setiap insan
ia laksana embun yang turun dari langit bening dan suci
memberi kesejukan dan kesegaran
di pagi hari
maka
jangan mencintai seseorang seperti bunga
karna bunga mati kala musim berganti
cintailah seseorang seperti sungai
yang mengalir selamanya
MANTAN KEKASIH
Dia adalah sebagian mimpi masa laluku yang masih tersimpan rapi di
otakku
Dahulu terasa begitu indah saat dia masih ada disini
Memberikan ketenangan di jiwa dan kalbuku
Tapi dia hanyalah masa laluku yang tak munkin kembali lagi
Mantan kekasihku maaf ku ingin lupakanmu
Karma ku merasa tak perlu lagi kau ada di hatiku
Yang hanya ciptakan pilu di hatiku
Biarlah ku hapus semua cerita tentang dirimu
Tak perlu kau berharap ku kembali padamu lagi
Dan tak perlu kau berharap ku kan cintai lagi
Karma semua takkan kembali seperti dulu lagi
Biarlah ku nikmati hidupku tanpa dirimu lagi
Biarlah ku lupakan masa lalu yang pahit ini
Karma ku rasa begitu pahit peasaan ini
Cinta yang dulu pernah ku banggakan
Kini hanyalah tinggal kenangan
Saat ni q brtabur bntang
Yg trang bndrang........
Bagai seorang peri yg merasakan denyut cinta
Yg asalx entah dr mana... Dan siapa.... Bahkan kapan....
Yg aq tau dia dtng membisikkan angin nirwana cinta
Biarlah laut n samudra menghadang
Cintaku ttp bersamanya....
Ku harap dipun begitu...
1 kata untkmu cinta
I love you......
saat kau jauh
Saat jauh darimu..
Smua terasa sulit tuk ku jalani.....
Hanya bayanganmu yg menemani d setiap hr2ku
Setiap jam....
Setiap menit.....
Bahkan setiap detik ku slalu memanggil namamu...
Kasih....
Ada kerinduan mendalam d ht ini....
Kerinduan akan melihat
senyummu...
Tawamu....
Dan candamu....
Bahkan kerinduan tuk melihat matamu yg indah...
Aq rasa hdp ini terasa lengkap bl aq berada d sisimu....
Bersamamu adlh suatu kebahagiaan bagiku...
Jauh dr mu adlh suatu kerinduan bg ku....
Berpisah drmu adlh sesuatu yg tak perna aq inginkan.........
BUDAYA ETAM
Jalan-jalan sekitar taman
Jangan patahkan mawar berduri
Wahai kawan sesama seniman
Mari lestarikan budaya Etam
s
Anak badak mencari makan
Anak ketam di dalam tanah
Kalau tidak dilestarikan
Budaya Etam pastilah punah
s
Minum susu memakai rantang
Tumpah di bantal di atas tilam
Anak cucu di masa datang
Tidak kenal budaya Etam
s
kalau tilam sudahlah basah
Jemur sekarang di atas atap
Budaya etam sangatlah indah
Sungguh sayang, janganlah lenyap
s
terbang rendah burung peragam
Dari huma terbang ke hutan
Budaya daerah beraneka ragam
Mari bersama kita lestarikan
s
main gasing janganlah rebah
Memakai tali pelepah pisang
Budaya asing sudah merambah
Budaya asli janganlah hilang
s
Mari menyanyi sambil menari
Suara dua tinggi dan rendah
Budaya negeri tetap lestari
Negeri kita semakin indah
s
Air terjun bertangga dua
Tempat gadis mencuci kain
Syair, pantun, serta mamanda
Juga masih banyak yang lain
s
Buah kelat waktu dirasa
Meludah lagi kalau tak nyaman
Wahai pejabat serta pengusaha
Bantulah kami para seniman
s
Pohon kurma sebesar paha
Pohon Kemiri tidak berduri
Mari bersama kita berusaha
Mmembangun seni negeri sendiri
s
Anak cecak mencari makan
Bersembunyi di bawah papan
Orang bijak pasti pikirkan
Hari ini dan masa depan
s
Ada ikan namanya tenggiri
Ikan dibawa ke Muara Kaman
Melestarikan budaya negeri
Bukanlah hanya tugas seniman
Langganan:
Postingan (Atom)

